Keberadaan USS Gravely di perairan Trinidad dan Tobago memicu reaksi keras Venezuela. Pemerintah Venezuela menilai hal ini sebagai provokasi sengaja yang bertujuan memicu konflik bersenjata di kawasan Karibia.
Dampak Pada Hubungan Venezuela-Trinidad dan Tobago
Ketegangan ini memperburuk hubungan bilateral dengan Trinidad dan Tobago. Perdana Menteri Kamla Persad-Bissessar yang dikenal sebagai kritikus Maduro dan pendukung kebijakan Donald Trump, dituding mengubah negaranya menjadi pangkalan operasi AS. Maduro merespons dengan menangguhkan perjanjian gas antara kedua negara.
Eskalasi Militer AS di Kawasan
Pentagon telah mengerahkan tujuh kapal perang ke Karibia dan satu kapal ke Teluk Meksiko. Pengiriman USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar di dunia, bersama armadanya semakin memperkuat kekuatan militer AS di kawasan.
Analisis Motif Dibalik Peningkatan Kehadiran Militer AS
Venezuela dan pengamat internasional meyakini pemerintahan Trump memanfaatkan penempatan militer untuk meningkatkan tekanan dan upaya menggulingkan pemerintahan Maduro. Kebijakan AS yang konsisten menolak mengakui legitimasi kepemimpinan Maduro menjadi dasar analisis ini.
Artikel Terkait
Balochistan Berdarah Lagi: 47 Tewas dalam Serangan Terkoordinasi
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Tokoh Oposisi
Di Balik Rerimbunan Srengseng, Babeh Icam Bertahan Setia Meski Demam Akik Sudah Redup
Kredibilitas Pasar Modal Indonesia Terancam, MSCI Siap Turunkan Status