Rakyat Jenuh! Isi Pidato Presiden Ternyata Cuma Omon-omon, Ini Buktinya!

- Selasa, 21 Oktober 2025 | 18:00 WIB
Rakyat Jenuh! Isi Pidato Presiden Ternyata Cuma Omon-omon, Ini Buktinya!

Rakyat Muak dengan Pidato Presiden yang Dianggap Omon-Omon

Publik mulai menunjukkan kejenuhan terhadap pidato-pidato Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berulang dan tidak substantif. Kritik ini mengemuka setelah pernyataannya dalam sidang kabinet paripurna setahun pemerintahannya di Istana Negara pada 20 Oktober 2025.

Pujian kepada Jokowi Picu Kontroversi

Presiden Prabowo mengungkapkan belajar mengendalikan inflasi dari mantan Presiden Jokowi, dengan menyitir pengalaman Jokowi sebagai Wakil Wali Kota Solo. Pernyataan ini memicu beragam reaksi, mulai yang menganggapnya sebagai humor politik hingga kritik pedas.

Pengulangan Janji yang Tak Pernah Realistis

Dalam berbagai kesempatan, Presiden terus mengulang komitmennya:

  • Tekad mengabdi sampai titik darah penghabisan untuk rakyat Indonesia
  • Janji mengelola kekayaan alam untuk nilai tambah rakyat
  • Komitmen memberantas koruptor dan mafia tanpa kompromi

Namun, realisasi di lapangan dinilai belum sejalan dengan retorika tersebut.

Perbandingan dengan Kepemimpinan Negara Lain

Artikel ini membandingkan dengan kepemimpinan Kapten Ibrahim Traore di Burkina Faso yang disebut lebih berfokus pada tindakan nyata daripada pidato. Traore dikenal dengan kebijakan beraninya mengusir perusahaan multinasional dan mengambil alih sumber daya alam untuk rakyat, meski menghadapi 19 upaya pembunuhan.

Tuntutan Perubahan Sikap dan Kebijakan

Masyarakat menuntut Presiden Prabowo untuk:

  • Mendengarkan suara dan aspirasi rakyat secara nyata
  • Membersihkan kabinet dari oknum koruptor
  • Menjauhi kebijakan yang menekan dan mempersulit rakyat
  • Mengubah pidato kosong menjadi tindakan konkret

Dukungan rakyat dijanjikan akan mengalir jika kebijakan pro-rakyat benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar retorika politik.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar