Tempe, Pangan Lokal yang Mendunia dan Kaya Manfaat

- Rabu, 15 Juli 2026 | 16:00 WIB
Tempe, Pangan Lokal yang Mendunia dan Kaya Manfaat

Tempe mungkin menjadi salah satu makanan yang paling akrab di meja makan masyarakat Indonesia. Harganya terjangkau, mudah diolah menjadi berbagai hidangan, dan hampir selalu tersedia di pasar maupun supermarket. Namun di balik kesederhanaannya, tempe kini semakin dikenal dunia karena kandungan gizinya yang melimpah. Tak sedikit ahli gizi dan peneliti menyebut tempe sebagai salah satu pangan paling bergizi dari Indonesia, bahkan kerap dijuluki superfood.

Meski begitu, istilah superfood bukanlah istilah ilmiah maupun label resmi dalam dunia kesehatan. Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, tidak ada definisi ilmiah yang baku mengenai superfood. Istilah tersebut lebih sering digunakan untuk menggambarkan makanan yang kaya nutrisi dan diyakini memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan.

Lantas, mengapa tempe begitu istimewa hingga mendapat julukan tersebut?

Kaya Protein Nabati Berkualitas

Tempe dibuat dari kedelai yang difermentasi menggunakan kapang Rhizopus spp. Hasil fermentasi ini menghasilkan makanan yang kaya protein nabati, sehingga menjadi salah satu sumber protein utama bagi masyarakat Indonesia. Protein berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, membentuk otot, serta mendukung produksi enzim dan hormon. Karena berasal dari tumbuhan, tempe juga menjadi pilihan favorit bagi vegetarian maupun vegan sebagai pengganti protein hewani.

Fermentasi Membuat Nutrisi Lebih Mudah Diserap Tubuh

Salah satu keunggulan tempe dibanding kedelai biasa terletak pada proses fermentasinya. Selama fermentasi, kapang memecah senyawa kompleks dalam kedelai menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga protein, asam amino, vitamin, dan mineral lebih mudah dicerna serta diserap tubuh. Proses ini juga membantu mengurangi kadar fitat, yaitu senyawa alami pada kedelai yang dapat menghambat penyerapan beberapa mineral penting seperti zat besi dan seng. Inilah alasan mengapa banyak ahli menilai tempe memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dibanding kedelai yang belum difermentasi.

Mengandung Beragam Vitamin dan Mineral

Selain protein, tempe juga mengandung berbagai zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh. Di dalam tempe terdapat vitamin B kompleks, zat besi, magnesium, fosfor, mangan, kalium, hingga kalsium. Nutrisi tersebut berperan dalam menjaga kesehatan tulang, membantu pembentukan sel darah merah, mendukung fungsi saraf, hingga menjaga metabolisme tubuh tetap optimal. Tak hanya itu, proses fermentasi juga menghasilkan berbagai senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa ini membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Baik untuk Kesehatan Pencernaan

Tempe termasuk kelompok makanan fermentasi yang sejak lama dikaitkan dengan kesehatan saluran cerna. Harvard Health menjelaskan bahwa makanan fermentasi dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, manfaatnya bergantung pada proses pengolahan karena tidak semua makanan fermentasi masih mengandung mikroorganisme hidup setelah dimasak atau dipasteurisasi. Meski demikian, proses fermentasi tetap memberikan keuntungan berupa meningkatnya kecernaan nutrisi dalam tempe. Karena itu, mengonsumsi tempe sebagai bagian dari pola makan seimbang dapat menjadi pilihan yang baik untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Ramah Lingkungan Dibanding Banyak Sumber Protein Hewani

Selain menyehatkan, tempe juga dinilai lebih ramah lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai penelitian mengenai pangan berkelanjutan menunjukkan bahwa sumber protein nabati umumnya membutuhkan lebih sedikit lahan, air, dan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah dibanding banyak sumber protein hewani. Hal tersebut membuat tempe semakin dilirik sebagai salah satu pangan masa depan yang mendukung pola konsumsi berkelanjutan tanpa mengurangi kualitas asupan protein.

Kini Mendunia dan Diproduksi di Berbagai Negara

Popularitas tempe tidak lagi terbatas di Indonesia. Makanan khas Nusantara ini kini diproduksi di berbagai negara, seperti Belanda, Amerika Serikat, Jepang, Australia, hingga sejumlah negara Eropa lainnya. Bahkan, FAO telah memiliki standar regional mengenai tempe sebagai produk fermentasi kedelai, menunjukkan bahwa pangan tradisional Indonesia ini telah mendapat perhatian dalam perdagangan pangan internasional. Banyak restoran vegetarian dan vegan di luar negeri juga menjadikan tempe sebagai bahan utama berbagai menu karena kandungan proteinnya yang tinggi dan cita rasanya yang khas.

Benarkah Tempe adalah Superfood?

Jawabannya, tidak ada penetapan resmi yang menyebut tempe sebagai superfood. Istilah tersebut lebih merupakan sebutan populer untuk makanan yang memiliki kandungan nutrisi tinggi dan berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Meski demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tempe memang memiliki banyak keunggulan. Kandungan protein nabati, vitamin, mineral, serta manfaat dari proses fermentasi menjadikannya salah satu pangan lokal Indonesia yang layak mendapat perhatian dunia. Di tengah tren pola makan sehat, tempe membuktikan bahwa makanan sederhana tidak selalu kalah dengan bahan pangan impor yang kerap dianggap lebih bergengsi. Justru dari proses fermentasi tradisional inilah lahir salah satu kuliner Indonesia yang tidak hanya lezat, tetapi juga kaya manfaat bagi kesehatan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags