Garda Pemuda NasDem Bertransformasi Menjelang Kongres II 2026

- Rabu, 15 Juli 2026 | 09:54 WIB
Garda Pemuda NasDem Bertransformasi Menjelang Kongres II 2026

Ketua Umum Garda Pemuda NasDem (GPND), Prananda Surya Paloh, mengumumkan transformasi organisasi menjelang Kongres II yang dijadwalkan berlangsung pada 21–22 Juli 2026 di Jakarta. Transformasi ini bertujuan menjadikan GPND sebagai rumah besar generasi muda yang terbuka, inklusif, dan menjadi ruang berkarya lintas profesi, tidak hanya berorientasi pada kaderisasi politik.

Menurut Prananda, berbagai masukan yang dihimpun melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di sejumlah provinsi kini tengah dirumuskan sebagai fondasi pembahasan dalam kongres yang mengusung tema "Pemuda Mandiri, Bangsa Berdaulat." Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI itu menyebutkan, aspirasi dari daerah menunjukkan semangat yang sama: keinginan generasi muda untuk terus berkontribusi bagi bangsa dengan cara yang lebih adaptif, kreatif, dan relevan dengan tantangan zaman.

"Pada intinya mereka ingin tetap berkontribusi, tetapi melalui pendekatan yang lebih out of the box dan soft approach. Garda Pemuda NasDem harus menjadi wadah tempat anak-anak muda berkumpul sesuai profesi dan keunggulannya untuk memberikan kontribusi bagi bangsa," ujarnya usai memimpin Rapat Pleno dan Syukuran HUT ke-15 GPND di NasDem Tower, Selasa (14/7).

Prananda menegaskan, ke depan GPND akan menjadi ruang kolaborasi bagi anak muda dari berbagai latar belakang profesi untuk mengembangkan gagasan, karya, dan pengabdian kepada masyarakat. Kontribusi terhadap bangsa tidak selalu harus dimulai melalui politik praktis, melainkan dapat diwujudkan dari bidang yang ditekuni masing-masing. Ia mencontohkan, para wirausaha dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan, tenaga kesehatan berkontribusi melalui pelayanan dan edukasi kesehatan, sementara profesi lainnya dapat menghadirkan inovasi sesuai kompetensinya. Politik, kata dia, merupakan ruang pengabdian lanjutan yang akan tumbuh secara alami ketika kesadaran dan komitmen kebangsaan telah terbentuk.

"Anggaplah Garda Pemuda NasDem sebagai wadah berkumpulnya pemuda-pemuda Indonesia untuk berkarya sesuai kelebihannya masing-masing," katanya.

Selain membahas arah transformasi, rapat pleno juga mengevaluasi pelaksanaan kaderisasi, efektivitas program unggulan, serta tingkat keaktifan kepengurusan dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota sebagai konsolidasi menuju Kongres II. Prananda mengakui, sebaran kepengurusan GPND saat ini masih didominasi Pulau Jawa dan Sumatera. Meski demikian, ia mengapresiasi pertumbuhan di wilayah lain, termasuk Papua Pegunungan yang kini telah memiliki kepengurusan aktif.

"Di usia lima belas tahun ini saya melihat Garda Pemuda NasDem terus menunjukkan kematangan organisasi dengan progres yang positif. Ke depan kami akan semakin mengedepankan pendekatan yang lebih terbuka dan dekat dengan anak muda," ujarnya.

Pendekatan tersebut mulai diwujudkan melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian generasi muda, seperti turnamen padel, literasi digital, hingga fun walk yang baru digelar di Medan. Beragam program itu diharapkan mampu memperluas partisipasi pemuda sekaligus membangun budaya kolaborasi yang produktif. Bagi Prananda, Kongres II bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum untuk menegaskan arah baru GPND sebagai organisasi kepemudaan yang adaptif, mampu menghimpun talenta dari berbagai bidang, dan menjadi ruang lahirnya generasi muda yang mandiri, inovatif, serta berkomitmen terhadap kemajuan Indonesia.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags