Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) menyatakan dukungan penuh kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam upaya pemberantasan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dukungan tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan perang terhadap korupsi harus dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu.
Presiden KSPN Petrus Karel Sahetapy menegaskan, pemberantasan korupsi merupakan langkah penting untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berkeadilan.
"Kami mendukung penuh langkah Polri dalam memberantas korupsi dan tindak pidana pencucian uang tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terbukti bersalah harus diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Karel di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Menurut dia, penegakan hukum yang konsisten akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara sekaligus menciptakan iklim investasi dan dunia usaha yang sehat, sehingga berdampak positif bagi kesejahteraan pekerja.
Petrus menegaskan, KSPN siap berdiri di belakang Polri dalam upaya menegakkan supremasi hukum demi kepentingan bangsa dan negara. "Kami memberikan semangat kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia untuk terus bekerja secara profesional, berani, dan tidak ragu menindak siapa pun yang terlibat korupsi maupun TPPU," ujarnya.
"KSPN siap mendukung setiap langkah penegakan hukum yang bertujuan mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi. Bravo Kepolisian Republik Indonesia," tegasnya.
Ia berharap, sinergi antara aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pekerja, dapat memperkuat upaya pemberantasan korupsi sehingga cita-cita mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas dapat tercapai.
Artikel Terkait
KPK Terima Undangan Polri Bahas Koordinasi Tiga Perkara Korupsi
Muhammad Said Didu: Kasus Jampidsus dan Ferie Ardiansyah Momentum Prabowo Benahi Penegak Hukum
Anwar Abbas: Prabowo Hadapi Tantangan Berat Berantas Korupsi Jika Mental Pejabat Masih Koruptif
Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Target Tambah Produksi Beras 1 Juta Ton per Tahun