Seorang warga menyoroti pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) berukuran besar di area persawahan Naganan, Tegal, yang dinilai tidak sesuai kebutuhan. Bangunan seluas sekitar 20-24 meter lebar dan 50 meter panjang itu disebut terlalu megah untuk fungsi yang seharusnya sederhana.
Dalam perbincangan dengan mantan aparat desa setempat, terungkap keraguan terhadap urgensi proyek tersebut. "Kalau bangunan kecil, kan korupsinya gak bisa gede," ujar mantan perangkat desa itu sinis. Ia juga mempertanyakan logika pendirian apotek dan toko kelontong di lokasi yang jauh dari permukiman.
Menurutnya, kebutuhan riil warga tidak memerlukan bangunan seluas itu, baik untuk menyalurkan barang subsidi maupun menampung gabah. "Akal sehat masyarakat sebenarnya menolak kopdes. Yang menyambut baik ya TNI dan yang terkait," tambahnya.
Ia pun melontarkan pertanyaan kritis kepada Presiden Prabowo Subianto: "Jadi ngabisin duit ratusan triliun itu buat siapa dan buat apa? Rakyat tidak butuh kopdes."
Artikel Terkait
Prabowo Anugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada PM India Narendra Modi
Prabowo di Persimpangan Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Antara Politik dan Keadilan
Prabowo Anugerahkan Bintang Adipurna kepada PM India Narendra Modi
Prabowo Terima Kunjungan Tony Blair di Kediaman Kertanegara