Pengendara Motor yang Ngaku Anggota TNI Ternyata Karyawan Swasta

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:54 WIB
Pengendara Motor yang Ngaku Anggota TNI Ternyata Karyawan Swasta

Seorang pengendara motor yang menerobos trotoar di Jalan Pemuda, Depok, Jawa Barat, dan mengaku sebagai anggota TNI saat ditegur pejalan kaki, ternyata bukan prajurit. Komandan Kodim 0508/Kota Depok Kolonel TNI Ginanjar Wahyutomo memastikan pria tersebut adalah karyawan swasta.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, seorang pejalan kaki tengah melintas di jalur pedestrian dari arah Stasiun Depok. Tiba-tiba, sebuah sepeda motor melaju dari arah berlawanan dan naik ke atas trotoar. Motor tersebut kemudian berhenti tepat di depan pejalan kaki. Melihat pelanggaran itu, pejalan kaki mencoba mengadang sekaligus menegur pengendara. Keduanya pun terlibat cekcok. Dalam pertengkaran tersebut, pengendara motor melontarkan pernyataan yang mengindikasikan dirinya sebagai anggota TNI.

Video cekcok itu viral di media sosial. Menanggapi hal itu, Kodim 0508/Kota Depok melakukan pengecekan. "Iya, sudah kami cek di lapangan. Yang bersangkutan ternyata bukan anggota TNI. Pekerjaan sebagai karyawan swasta. Sudah kami minta yang bersangkutan klarifikasi bahwa yang bersangkutan bukan anggota TNI," ujar Kolonel Ginanjar saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7).

Berdasarkan data Unit Intel Kodim 0508/Kota Depok, pelaku diketahui bernama Syaiful Anwar. Ia merupakan karyawan swasta yang berdomisili di Jalan Stasiun Depok Lama, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Ginanjar mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas demi menjaga ketertiban bersama. "Karena aturan dibuat untuk menjaga ketertiban bersama. Apabila dilanggar dapat memberikan ketidaknyamanan bagi masyarakat lain dan bisa membahayakan diri sendiri," ujarnya.

Permintaan Maaf

Sehari setelah video tersebut viral, pengendara motor itu mengunggah video klarifikasi dan permintaan maaf. Dalam video itu, ia memperkenalkan diri sebagai Syaiful Ahmad yang bekerja sebagai marketing. Ia juga menegaskan dirinya bukan anggota TNI. "Saya Syaiful Ahmad, pekerja marketing. Ingin mengklarifikasikan bahwa saya bukan anggota TNI, tetapi saya adalah warga biasa," kata Syaiful.

Syaiful kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada institusi TNI karena telah membawa-bawa nama institusi tersebut. Ia mengaku menyesal telah mencemarkan hal baik institusi TNI. Selain itu, ia juga meminta maaf kepada para pejalan kaki karena telah menggunakan trotoar secara tidak semestinya. "Dan saya juga mohon maaf sebesar-besarnya kepada pejalan kaki karena telah menyalahgunakan dengan melawan arah menggunakan sepeda motor," ujar Syaiful. "Demikian permohonan maaf saya, agar diterima di seluruh Indonesia ini dimaafkan sebesar-besarnya. Terima kasih," tutupnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags