Pramono Buka Jakarta Kreatif Festival 2026, Soroti Peringkat Kota Global

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:36 WIB
Pramono Buka Jakarta Kreatif Festival 2026, Soroti Peringkat Kota Global

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-499 Jakarta. Acara berlangsung di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7).

“Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini kita bisa menghadiri pembukaan Jakarta Creative Festival 2026 sebagai bagian dari perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta,” ujar Pramono dalam sambutannya.

JKF tahun ini mengusung tema 'A Creative Movement for A Sustainable Global City'. Gelaran ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, perbankan, pelaku UMKM, masyarakat, dan media untuk mendorong ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru.

Dalam sambutannya, Pramono menyoroti capaian Jakarta sebagai kota global yang terus meningkat. Ia mengungkapkan posisi Jakarta dalam indeks kota global mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

“Ketika saya dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu, indeks kota globalnya nomor 74. Dan alhamdulillah dalam 10 bulan naik menjadi 71,” kata Pramono.

Ia lalu merujuk hasil survei terbaru dari Resonance Consultancy, perusahaan konsultan di Brussel, Belgia, melalui laman World’s Best Cities 2026. Jakarta kini menempati peringkat ke-53 dari 100 kota terbaik dunia.

“Dan 2-3 minggu yang lalu, dilakukan survei oleh lembaga internasional yang berpusat di Brussels, kota-kota ibu kota dunia, dari 100 kota dunia, Jakarta ranking 53. Dan Jakarta lebih bagus dari Washington DC, yang penting itulah. Lebih bagus juga dari Abu Dhabi dan sebagainya,” ujarnya.

Menurut Pramono, capaian itu menjadi indikator bahwa Jakarta makin kompetitif di tingkat global. Ia menegaskan status Jakarta sebagai kota global harus dijaga melalui berbagai terobosan kebijakan.

“Jakarta adalah etalase atau role model. Dan inilah yang harus dijaga bersama-sama sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional,” ucap dia.

Pramono menambahkan, Jakarta memiliki posisi strategis karena tetap menjadi pusat ekonomi nasional sekaligus masih berstatus ibu kota negara.

“Karena hanya Jakarta, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, menyandang sebagai kota global, pusat perekonomian, dan sekaligus masih menjadi ibu kota negara,” ungkapnya.

Karena itu, Pemprov DKI terus mendorong langkah-langkah untuk meningkatkan daya saing Jakarta dengan kota-kota besar dunia.

“Maka untuk itu, langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk mempunyai daya saing global dengan kota-kota dunia, itulah yang kami lakukan sekarang ini,” tutupnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags