Rosiade Padel Tournament Series-2 Digelar, Siapkan Bibit Atlet Menuju Asian Games

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:24 WIB
Rosiade Padel Tournament Series-2 Digelar, Siapkan Bibit Atlet Menuju Asian Games

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade kembali menggelar Rosiade Padel Tournament Series-2 di Crown Padel, Alam Sutera, Kota Tangerang, Sabtu (4/7/2026). Turnamen ini diikuti 260 peserta dari total 1.100 pendaftar, dengan kategori yang diperluas meliputi upper beginner, beginner, bronze, lower bronze, dan U-12.

Penambahan kategori ini menjadi pembeda dari seri sebelumnya yang hanya mempertandingkan beginner dan upper beginner. "Memang kalau dulu kan hanya beginner sama upper beginner ya. Kalau sekarang, ditambah ada lower bronze dan kelompok umur U-12. Jadi kualifikasinya lebih banyak," kata Andre saat membuka turnamen.

Turnamen ini digelar untuk mendukung Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) dalam menyiapkan bibit atlet menuju Asian Games pada Agustus mendatang. Andre menargetkan turnamen khusus junior akan digelar pada Agustus 2026 bekerja sama dengan PBPI, dengan kategori U-8 hingga U-18.

"Insya Allah Agustus, kami bekerja sama dengan PBPI akan melaksanakan Rosiade Padel Tournament lagi, tapi khusus junior. Turnamen Agustus nanti dipakai PBPI untuk seleksi akhir kelompok umur menuju pertandingan Asia-Pasifik," tuturnya. Seleksi terakhir rencananya berlangsung dua hari di Crown Padel, mencakup kelompok umur dari U-10 hingga U-18, bahkan mungkin U-8.

Antusiasme peserta meningkat signifikan. Dari 1.100 pendaftar, hanya 260 yang diterima karena keterbatasan slot dan durasi acara satu hari. Pertandingan yang semula ditarget selesai sore, baru tuntas sekitar pukul 21.00 WIB. Pendaftaran turnamen ini gratis, dengan fasilitas sarapan, makan siang, medical check-up dari EKA Hospital, voucher umrah, dan hadiah uang tunai. Juara 1 mendapat Rp10 juta, juara 2 Rp7,5 juta, dan juara 3 Rp5 juta.

Andre menilai padel berpotensi menjadi olahraga rakyat seiring bertambahnya jumlah lapangan dan turunnya harga sewa. "Dulu lapangan padel terbatas dan mahal. Sekarang sudah menjamur, harganya tambah lama tambah murah, mendekati harga badminton," ujarnya. Ia berharap dalam 1-2 tahun ke depan lapangan padel tersedia di seluruh Indonesia. "Kalau sekarang sudah jadi olahraga keluarga. Dari kakek, nenek, orang tua sampai cucu bisa bermain bersama saat weekend," katanya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags