Lima orang peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026 meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) yang digelar untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Peristiwa tragis itu terjadi dalam rentang 17 hingga 26 Juni 2026 dan memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mendesak agar program militerisasi warga sipil segera dihentikan. Publik menilai pendekatan militer tidak relevan untuk membekali kompetensi manajer koperasi yang semestinya berfokus pada tata kelola keuangan, bisnis, dan manajemen ritel.
Artikel Terkait
Polri: Platform Digital yang Kuasai Aset Nasabah Secara Sepihak Bisa Dipidana
Polemik ARTJOG 2026: Dari Seismograf Kekuasaan hingga Kompas Kemandirian Seniman
Truk Rem Blong Tabrak Enam Motor di Bekasi, Satu Pengemudi Ojol Tewas
Lingkar Bisnis Raffi Ahmad Terkoneksi dengan 17 Tokoh Berstatus PEP