Dokter Icha Meninggal: Keluarga Sebut Depresi Akibat Intimidasi Anggota DPRD, Polisi Selidiki

- Senin, 29 Juni 2026 | 05:54 WIB
Dokter Icha Meninggal: Keluarga Sebut Depresi Akibat Intimidasi Anggota DPRD, Polisi Selidiki

Kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa dokter Icha, terus menjadi sorotan publik. Keluarga menduga dokter Icha mengalami depresi berat setelah mendapat intimidasi dari tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terkait penanganan pasien gigitan ular hijau. Polisi kini tengah menyelidiki dugaan tersebut dan telah memeriksa sejumlah saksi.

Paman dokter Icha, Fabi Banase, mengungkapkan bahwa tiga anggota DPRD itu dalam keadaan mabuk saat memasuki ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu. "Salah satu di antara mereka berucap dengan nada tinggi, 'Kau akan bertemu saya di Komisi III'," ujar Fabi, Sabtu (27/6). Hasil pemeriksaan kejiwaan yang diterima keluarga menunjukkan dokter Icha didiagnosis mengalami episode depresi berat tanpa gejala psikotik.

Fabi juga menceritakan pesan terakhir dokter Icha yang menggambarkan tekanan psikologisnya. "Dia bilang punya niat meninggal dunia untuk menghindari trauma. 'Bapa, saya stres. Kalau saya pulang ke sana, saya takut. Biar saya mati saja supaya jangan ada korban nakes yang lain'," ujar Fabi menirukan isi pesan tersebut. Dokter Icha sebelumnya sempat melakukan percobaan bunuh diri.

Klarifikasi Anggota DPRD dan Respons Pemerintah

Salah satu anggota DPRD TTU yang disebut, Veronika Lake, memberikan klarifikasi. Ia menyampaikan belasungkawa dan menjelaskan bahwa perkataan "panggil wartawan saja" yang ia ucapkan bukan ditujukan untuk mengintimidasi, melainkan sebagai usulan agar ada liputan eksternal terkait transparansi pelayanan kesehatan. "Jadi, tidak ditujukan kepada personal atau pribadi, tetapi sebagai bentuk dorongan untuk perbaikan pelayanan kesehatan di rumah sakit," ujarnya, Minggu (29/6).

Sementara itu, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo membekukan sementara proses perpanjangan izin operasional RS Leona hingga kasus dokter Icha tuntas. "Rumah sakit bukan tempat yang boleh membuat dokter merasa takut, tertekan, atau tidak aman. Jika sistem pengamanan dan dukungan kerja di dalamnya lemah, maka kami wajib mengevaluasi," tegasnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menyampaikan duka cita dan tengah mengusut dugaan intimidasi. "Terkait kabar dugaan intimidasi yang menimpa almarhumah, Kemenkes tidak akan tinggal diam. Saat ini, tim Kemenkes tengah bergerak untuk mengusut kasus ini secara transparan dan tuntas," demikian pernyataan resmi Kemenkes di akun Instagram @kemenkes.id, Minggu (28/6).

Penyelidikan Polisi dan Temuan Surat

Polres TTU tengah mendalami kasus ini. Kapolres AKBP Eliana Papote menyatakan penyidik masih memeriksa saksi dan berencana memanggil tiga anggota DPRD yang dilaporkan. "Kami juga berkoordinasi dengan ahli pidana dan ahli psikologi guna mengkaji apakah dugaan intimidasi tersebut memenuhi unsur tindak pidana atau tidak," ujarnya, Minggu (28/6).

Di lokasi meninggalnya dokter Icha di rumah orang tuanya di Desa Baumata Barat, Kabupaten Kupang, polisi menemukan sepucuk surat. "Saat ini masih dilakukan pendalaman terhadap seluruh bukti-bukti yang ada," ujar Randi dari Polsek Kupang Tengah, Sabtu (27/6). Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Polres Kupang menemukan bekas jeratan pada leher korban. "Hasil pemeriksaan luar menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan," jelas Rudy dari Polres Kupang, Minggu (28/6).

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags