Tiongkok Desak Penghentian Operasi Militer di Timur Tengah, Khawatir Konflik Meluas

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:00 WIB
Tiongkok Desak Penghentian Operasi Militer di Timur Tengah, Khawatir Konflik Meluas

Dalam kesempatan itu, Mao juga menyampaikan sikap tegas negaranya. Tiongkok menentang serangan militer AS dan Israel terhadap Iran, yang dinilai melanggar hukum internasional. Di sisi lain, Beijing menyatakan dukungan penuh bagi Iran.

“Tiongkok menentang serangan militer terhadap Iran oleh AS dan Israel yang melanggar hukum internasional,” tegas Mao.

“Kami mendukung Iran dalam mempertahankan kedaulatan, keamanan, integritas teritorial, serta kepentingan nasionalnya yang sah,” imbuhnya.

Selain soal eskalasi, ada hal lain yang juga jadi perhatian Tiongkok: perdagangan energi global. Stabilitas di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk distribusi minyak dunia, dianggap krusial. Gangguan di sana bisa berimbas ke mana-mana.

“Menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan ini adalah kepentingan bersama komunitas internasional,” kata Mao.

Ia sekali lagi menyerukan agar semua pihak menghentikan aksi militer. Menurutnya, kerja sama internasional mutlak diperlukan untuk mencegah bencana yang lebih besar.

“Komunitas internasional harus bekerja bersama untuk mendorong perdamaian, menghentikan perang, dan menjaga stabilitas di Timur Tengah,”

demikian penegasan terakhirnya.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar