Langkah strategis dari pemerintah dan BUMN energi seperti Pertamina dan PLN dinilainya sangat krusial. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem energi nasional harus segera dilakukan, sekaligus mempercepat perbaikan di titik-titik yang lemah. “Ini menjadi pengalaman penting bagi kita untuk melihat apa yang masih kurang dan apa pekerjaan rumah yang harus segera kita selesaikan,” tegasnya.
Salah satu PR yang mendesak? Percepatan investasi. Mulai dari pembangunan kilang minyak hingga pengembangan energi baru terbarukan. Menurut Gobel, pemerintah perlu ciptakan iklim investasi yang lebih kondusif. Proyek-proyek strategis harus bisa jalan lebih cepat dan efektif. Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan kita pada impor energi.
Jangan Panik, Itu Malah Bikin Runyam
Selain menagih langkah konkret dari pemerintah, Gobel juga menyoroti peran masyarakat. Ia mengingatkan agar publik tidak kalap dan melakukan panic buying BBM. Aksi borong justru bisa bikin distribusi energi di lapangan makin kacau.
Edukasi dari pemerintah, menurutnya, perlu digencarkan. Semua elemen bangsa harus diajak agar penggunaan energi jadi lebih rasional. “Sebagai negara besar, kita harus memperkuat sistem energi kita agar lebih tangguh,” pungkas Gobel. Intinya, ketahanan energi bukan cuma urusan pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama.
Artikel Terkait
PSM Makassar Umumkan Starting XI, Yuran Fernandes Jadi Kapten Lawan Malut United
Waspada Hujan dan Angin Kencang, Wajo Berpotensi Alami Suhu Ekstrem
Perempuan Tewas Tertimpa Tembok Roboh di Karangpilang
Tiga Tewas, Satu Hilang dalam Insiden Kapal Terbalik di Perairan Batam