Menko Hukum Yusril Kecam Keras Penganiayaan Pelajar Maluku oleh Oknum Brimob

- Minggu, 22 Februari 2026 | 12:40 WIB
Menko Hukum Yusril Kecam Keras Penganiayaan Pelajar Maluku oleh Oknum Brimob

Lalu, bagaimana sebenarnya kronologi kejadiannya?

Semua berawal Kamis sore di Tual, Maluku Utara. Arianto, siswa MTs itu, tewas setelah diduga mengalami penganiayaan oleh Bripka Masias Sihaya. Saat itu, Sihaya dan rekan-rekannya dari Brimob sedang bertugas cipta kondisi di wilayah tersebut.

Mereka kemudian bergerak ke Desa Fiditan usai dapat laporan warga soal dugaan pemukulan di area Tete Pancing. Situasi sedang tegang.

Nah, di tengah pengamanan itu, Arianto melintas mengendarai motor bersama kakaknya. Menurut versi kronologi polisi, Masias saat itu menaikkan helm taktis yang dipakainya, mungkin sebagai isyarat. Tapi, helm itu malah mengenai pelipis Arianto. Seketika, remaja itu terjatuh dari motornya.

Dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong. Sebuah insiden yang berawal dari isyarat, berakhir dengan duka.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar