Sabtu, 21 Februari 2026, menandai hari ketiga Ramadan 1447 Hijriah. Bagi warga Semarang, momen berbuka puasa hari ini diperkirakan akan tiba pada pukul 18.04 WIB. Waktu ini, berdasarkan data dari portal Bimas Islam Kementerian Agama, bisa jadi acuan untuk menyiapkan hidangan penuh syukur.
Ya, buka puasa memang selalu jadi detik-detik yang dinanti. Lebih dari sekadar mengisi perut, momen itu penuh berkah dan kebahagiaan. Bahkan, doa-doa di waktu itu diyakini mustajab untuk dikabulkan.
Rasulullah SAW sendiri pernah menyampaikan lewat sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ
Maknanya, orang yang berpuasa mendapat dua kebahagiaan: saat berbuka dan saat bertemu Rabbnya kelak.
Tak cuma itu. Dalam riwayat lain, doa orang yang berpuasa termasuk dalam golongan yang tidak akan ditolak. Sabda Nabi saw:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ...
Intinya, ada tiga golongan yang doanya tak terhalang: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang dizalimi. Doa mereka dibawa ke langit dan Allah berjanji akan menolongnya.
Nah, terkait jadwalnya, azan Magrib di Kota Semarang hari ini diperkirakan berkumandang tepat pukul 18.04 WIB. Setelahnya, waktu Isya akan masuk pada pukul 19.14 WIB.
Lalu, bagaimana tata cara buka yang baik? Umumnya, kita dianjurkan untuk menyegerakan berbuka. Awali dengan yang manis-manis, minum air, atau kurma jika ada. Baru setelah itu, baca doa.
Doa yang biasa dibaca misalnya:
اللَّهُمَّ لَك صُمْت وَبِك آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ، ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إنْ شَاءَ اللَّهُ .
Artinya, "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah."
Ada juga versi pendeknya: Dzahaba dhomau wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah. Maknanya kurang lebih sama. Rasa haus hilang, kerongkongan basah, pahala tetap. Semoga.
Intinya, di balik ketepatan jadwal dan urutan ritual, yang terpenting adalah keikhlasan dan rasa syukur. Selamat menunaikan ibadah puasa.
Artikel Terkait
Kapolri Tekankan Sinergi Polri, Serikat Pekerja, dan Masyarakat Hadapi Dampak Global
Hotman Paris Bela ABK Kasus Sabu 2 Ton yang Dituntut Mati
Kejaksaan Agung Tuntut Mati Enam Terdakwa Penyelundup Dua Ton Sabu di Batam
Pemerintah Salurkan Rp15 Triliun Bansos PKH dan Sembako Jelang Ramadan 2026