Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Sukabumi, Dirasakan di Piru

- Senin, 16 Februari 2026 | 22:20 WIB
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Sukabumi, Dirasakan di Piru

MURIANETWORK.COM - Gempa bumi dengan magnitudo 3,1 mengguncang wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Selasa (16 Februari 2026) malam. Guncangan yang terjadi pukul 21.22 WIB itu berpusat di laut pada kedalaman 20 kilometer, sekitar 122 km arah barat daya dari pusat kota.

Lokasi dan Parameter Guncangan

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak pada koordinat 8,02 Lintang Selatan dan 106,93 Bujur Timur. Data teknis ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai titik awal getaran yang kemudian merambat ke daratan.

Dalam rilis resminya, BMKG menyatakan, "Gempa Mag:3.1, 16-Feb-2026 21:22:10WIB, Lok:8.02LS, 106.93BT (122 km BaratDaya KOTA-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn:20 Km."

Dampak dan Imbauan BMKG

Getaran gempa dilaporkan dirasakan oleh sejumlah warga, khususnya di wilayah Piru, dengan intensitas skala MMI II-III. Pada skala ini, getaran umumnya dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung mungkin terayun, dan getarannya mirip dengan lewatnya truk kecil.

Meski kekuatannya tergolong kecil dan tidak berpotensi tsunami, otoritas meminta kewaspadaan tetap dijaga. Gempa dengan kedalaman dangkal seperti ini seringkali dapat dirasakan lebih kuat di area tertentu dan berpotensi diikuti oleh aktivitas susulan.

BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat melalui pernyataan tertulisnya, "Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi."

Imbauan tersebut merupakan langkah standar mitigasi untuk memastikan publik tetap waspada terhadap kemungkinan guncangan lanjutan, meskipun biasanya lebih kecil. Kejadian ini kembali mengingatkan bahwa wilayah Jawa Barat merupakan kawasan seismik aktif yang memerlukan kesiapsiagaan berkelanjutan dari semua pihak.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar