Getaran gempa dilaporkan dirasakan oleh sejumlah warga, khususnya di wilayah Piru, dengan intensitas skala MMI II-III. Pada skala ini, getaran umumnya dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung mungkin terayun, dan getarannya mirip dengan lewatnya truk kecil.
Meski kekuatannya tergolong kecil dan tidak berpotensi tsunami, otoritas meminta kewaspadaan tetap dijaga. Gempa dengan kedalaman dangkal seperti ini seringkali dapat dirasakan lebih kuat di area tertentu dan berpotensi diikuti oleh aktivitas susulan.
BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat melalui pernyataan tertulisnya, "Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi."
Imbauan tersebut merupakan langkah standar mitigasi untuk memastikan publik tetap waspada terhadap kemungkinan guncangan lanjutan, meskipun biasanya lebih kecil. Kejadian ini kembali mengingatkan bahwa wilayah Jawa Barat merupakan kawasan seismik aktif yang memerlukan kesiapsiagaan berkelanjutan dari semua pihak.
Artikel Terkait
Lima Oknum TNI Hadapi Proses Hukum Internal Terkait Pengeroyokan di Kafe Toraja
Harga Emas di Pegadaian Masih Stabil, Galeri24 dan UBS Bertahan di Rp 2,87 Juta per Gram
Pemkab Bone Gandeng Askrindo Perkuat Perlindungan dan Pembiayaan UMKM
BMKG Catat 544 Gempa Susulan Pasca Gempa M7,6 di Bitung, Tren Mulai Mereda