Anggota DPR Soroti Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza: Perlu Kajian Teknis dan Perhatikan Beban APBN

- Minggu, 08 Februari 2026 | 21:00 WIB
Anggota DPR Soroti Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza: Perlu Kajian Teknis dan Perhatikan Beban APBN

MURIANETWORK.COM - Rencana pengiriman pasukan perdamaian TNI ke Gaza mendapat sorotan dari anggota parlemen. Anggota Komisi I DPR RI, Yulius Setiarto, menilai langkah yang diungkapkan Presiden Prabowo Subianto itu memerlukan kajian teknis mendalam, terutama menyangkut jumlah personel, efektivitas penugasan di medan yang sempit, serta beban pembiayaan bagi negara. Ia juga mengingatkan pemerintah untuk tetap memprioritaskan rehabilitasi bencana di dalam negeri.

Menanggapi wacana tersebut, Yulius Setiarto menekankan pentingnya analisis yang cermat terhadap kondisi di lapangan. Pertimbangan geografis menjadi salah satu poin krusial.

“Presiden Prabowo pernah menyampaikan bahwa kalau perlu sampai 20 ribu pasukan, saya kira perlu pendalaman teknis terkait dengan jumlah karena wilayah Gaza ini tidak lebih dari, luasnya tidak lebih dari Jakarta Pusat,” ujarnya.

Dengan mempertimbangkan kompleksitas medan di wilayah yang terbatas itu, ia berpendapat bahwa pengiriman pasukan dalam jumlah besar justru berpotensi menimbulkan kendala operasional. Skala yang lebih realistis dinilai akan lebih efektif.

“Sehingga secara teknis akan sangat sulit kalau 20 ribu pasukan dideploy. Tetapi kalau 2 ribu, 3 ribu itu menurut saya akan lebih efektif untuk dikirimkan,” lanjut Yulius.

Pertimbangan Anggaran dan Prioritas Dalam Negeri

Di luar aspek teknis, implikasi keuangan negara juga tidak boleh diabaikan. Yulius mengingatkan agar kebijakan luar negeri yang mulia ini tidak sampai membebani keuangan negara secara berlebihan.

“Selain juga misalnya secara pembiayaan itu tidak akan terlalu memberatkan APBN,” katanya.

Lebih jauh, politisi itu menggarisbawahi bahwa pemerintah masih memikul tanggung jawab besar di dalam negeri. Fokus pada kemanusiaan global, menurutnya, harus seimbang dengan komitmen menangani persoalan domestik, khususnya pemulihan pascabencana.

“Lalu yang kedua kita masih punya PR yang banyak itu terutama di rehabilitasi dan rekonstruksi daerah-daerah bencana. Sehingga concern kepada Palestina tentu saja juga harus berimbang dengan concern terhadap wilayah-wilayah di Indonesia terutama yang saat ini ditimpa kemalangan karena bencana,” pungkas Yulius.

Menunggu Kejelasan Mandat Internasional

Rencana pengiriman pasukan perdamaian ini sendiri sebelumnya telah disampaikan oleh Menteri Pertahanan. Pasukan TNI direncanakan bertugas di Gaza di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Yordania, dengan misi menjaga keamanan dan mendukung stabilitas kawasan. Hingga saat ini, kesiapan tersebut masih menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai mandat resmi dari PBB sebelum dapat dieksekusi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar