MURIANETWORK.COM - Anggota Komisi III DPR RI, Lola Nelria Oktavia, mendorong adanya kajian ulang terhadap label halal untuk produk Whip Pink. Dorongan ini muncul menyusul kekhawatiran atas maraknya penyalahgunaan produk krim kocok berisi gas nitrous oxide yang memicu euforia tersebut di kalangan masyarakat. Politikus itu menilai, fenomena ini telah memasuki wilayah abu-abu karena produknya legal namun rentan disalahgunakan untuk tujuan mabuk-mabukan.
Keresahan Masyarakat Jadi Pemicu
Lola Nelria Oktavia menekankan bahwa langkah yang diambilnya merupakan bentuk respons atas keresahan yang berkembang di tengah publik. Ia menyoroti pergeseran pola penyalahgunaan zat, di mana anak muda beralih ke produk yang mudah didapat dan berstatus legal.
"Memang DPR ini, kita ini kan atas nama masyarakat ya. Jadi ini (penyalahgunaan Whip Pink) sekarang sudah mulai meresahkan masyarakat," tutur Lola dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Panggilan untuk Kajian Menyeluruh
Menurut analisisnya, diperlukan evaluasi komprehensif yang tidak hanya menyentuh aspek pelabelan, tetapi juga mencakup seluruh rantai pengawasan. Titik kritisnya, kata dia, berada pada koordinasi antara otoritas pengawas obat dan makanan, lembaga sertifikasi halal, hingga kejelasan tanggung jawab pelaku usaha.
"Ini sudah harus dikaji ulang, khususnya label ya. BPOM-nya, label halalnya, itu harus benar-benar kita lihat. Termasuk distributornya atau pembuatnya," tegasnya.
Mengurai Wilayah Abu-Abu dan Risikonya
Lola mengakui bahwa Whip Pink secara formal tidak tergolong narkoba. Namun, status legal inilah justru yang dimanfaatkan. Ia menggambarkan situasi yang penuh paradoks, di mana celah regulasi dapat berubah menjadi ancaman.
"Cuma balik lagi, anak-anak sekarang pintar-pintar. Karena narkoba itu sudah susah didapat dan jelas-jelas barang terlarang, akhirnya mereka cari barang yang mudah didapat, legal, tapi dicari cara bagaimana caranya memabukkan," paparnya.
Ia pun mengingatkan bahwa euforia sesaat yang ditawarkan produk semacam itu menyimpan bahaya laten. Efek samping pasca penggunaan, lanjutnya, sering kali diabaikan namun berpotensi fatal.
"Kalau kita lihat penggunaan dan efek setelah penggunaannya, itu kan kadang nge-fly, tapi malah membahayakan nyawa," ungkap Lola menegaskan peringatannya.
Artikel Terkait
Benzema Cetak Hattrick di Debut, Al Hilal Hancurkan Al Okhdood 6-0
Pakar Ungkap Modus dan Evolusi Love Scam yang Kian Terstruktur
KPK Selidiki Dugaan Suap Impor Melibatkan Perusahaan Logistik Blueray Cargo
KPK Ungkap Modus Rekayasa Sistem Bea Cukai untuk Loloskan Barang Ilegal