Abdul Hayat Gani Pimpin Perindo Sulsel, Komitmen Tinggalkan Kepemimpinan Transaksional

- Kamis, 05 Februari 2026 | 18:40 WIB
Abdul Hayat Gani Pimpin Perindo Sulsel, Komitmen Tinggalkan Kepemimpinan Transaksional

MURIANETWORK.COM - Abdul Hayat Gani secara resmi memimpin Partai Perindo di Sulawesi Selatan dengan visi mengubah paradigma kepemimpinan politik. Usai dikukuhkan sebagai Ketua DPW Perindo Sulsel oleh Ketua Umum DPP, Angela Tanoesoedibjo, di Makassar, Kamis (5 Februari 2026), Hayat menegaskan komitmennya untuk meninggalkan kepemimpinan transaksional dan beralih ke pendekatan transformasional. Peralihan ini, menurutnya, merupakan langkah krusial agar partai dapat mendorong pemberdayaan dan peningkatan taraf hidup masyarakat secara nyata.

Momen Penting dan Fondasi Kekuatan Partai

Pelantikan yang berlangsung di ibu kota provinsi tersebut bukan sekadar seremonial. Hayat menilai momen ini sebagai titik tolak yang akan menentukan arah perjuangan partai di masa depan. Keyakinannya itu berangkat dari fondasi yang dinilainya sudah kuat, yakni legitimasi dan struktur organisasi yang solid hingga ke tingkat akar rumput. Struktur yang rapi ini menjadi modal berharga untuk menjalankan berbagai agenda perubahan di tengah-tengah masyarakat.

“Kenapa? Semangat, ya, kita selalu didorong oleh legitimasi, kekuatan dari ujung sampai RT. Ya, kalau orang Bugis bilang RT itu 'wakil pejabat di Lailatul Qadar.' Nah sekarang ini saya tampil, ini sudah disumpah kok, sudah ada pataka. Kurang apa lagi?” tuturnya.

Dengan pondasi tersebut, tugas para kader tinggal memetakan kondisi riil di lapangan dan menyusun langkah-langkah konkret. Fokusnya adalah menciptakan transformasi sosial yang berkelanjutan dan terukur.

Transformasi Kepemimpinan sebagai Kunci

Menurut Hayat, semua perubahan harus berawal dari pola kepemimpinan. Dia secara tegas menolak model kepemimpinan yang bersifat transaksional, yang seringkali hanya berorientasi pada pertukaran kepentingan jangka pendek. Sebagai gantinya, dia mendorong seluruh jajaran untuk menerapkan kepemimpinan transformasional yang berfokus pada nilai-nilai dan perubahan mendasar.

“Di mana transformasi? Kita harus tinggalkan transactional leader, kita harus masuk kepada transformational leader. Kita harus pastikan ide, gagasan, inovasi, produktivitas, inklusif, dan berkarakter. Nah, kalau itu kita jaga, mudah-mudahan Perindo ke depan, insya Allah,” jelas Hayat.

Model kepemimpinan ini diyakininya akan menjadi kunci untuk melahirkan ide-ide segar dan inovatif yang dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar