Heboh di pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok parah rupanya berujung pada pengunduran diri pimpinan BEI dan OJK. Beredar kabar, mereka tak mundur sukarela, tapi 'dipersilakan' pergi.
Di media sosial, riuhnya makin terasa. Salah satu pengguna X, @dojjunn, berkomentar dengan nada guyon.
"Awalnya kukira cuma ketua OJK dan BEI. Eh, ternyata jajarannya ikutan semua coy... Pasti kena semprot dari orang nomor satu," tulisnya.
Tak lama, komentar itu ditanggapi oleh akun @txtdaritaxpayer. Ia seolah menemukan polanya.
"Jadi indikator beliau bakal marah dan turun tangan itu sederhana: kalau sampai para konglomerat ikut ribut dan melapor padanya," tulisnya.
"Pantesan, kasus lain yang nggak bikin para konglo ngamuk, meski korban ratusan, kebijakannya ya gitu-gitu aja. Nggak ada yang diubah."
Narasi di linimasa makin beragam. Seorang netizen lain, @rafinashra, menyoroti alasan di balik reaksi keras tersebut. Menurutnya, IHSG selama ini jadi kebanggaan sekaligus tameng untuk menunjukkan performa ekonomi.
"IHSG itu dijaga banget, soalnya cuma itu andalan dia buat bilang ekonomi Indonesia bagus. Sekarang mau pamer apa lagi? Pertumbuhan GDP mandek, penerimaan pajak jeblok, investasi merosot, pengangguran malah naik," tulisnya.
Di sisi lain, ada yang melihatnya dari kacamata politik. Akun @OjanInter memberikan pandangan yang lebih sinis tentang hubungan kekuasaan.
"RI 1 cuma tunduk sama konglomerat karena merekalah yang biayai kampanye pilpres. Gampang ditebak sih," kicaunya.
Gelombang pengunduran diri di tubuh otoritas pasar modal ini jelas meninggalkan kesan mendalam. Bukan cuma soal angka indeks yang merah, tapi lebih pada pesan politik dan ekonomi yang tersirat. Ruang obrolan publik pun dipenuhi tafsir, dari yang sekadar guyonan sampai analisis pedas. Semuanya berbaur, mencoba memahami sebuah peristiwa yang jauh dari sederhana.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu