Rusdi Masse Mappasessu resmi masuk PSI. Dia bukan yang pertama, tentu saja. Sebelumnya sudah ada Ahmad Ali dan Bestari Barus. Tapi langkah Rusdi ini lain. Dia meninggalkan kursinya di Senayan, lengkap dengan jabatan mentereng sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI posisi yang ditinggalkan Ahmad Sahroni.
Jadi, bukan cuma statusnya sebagai Ketua DPW NasDem Sulsel yang dilepas. Rusdi juga melepas jabatan publiknya. Bandingkan dengan Ali dan Barus yang memang tak sedang menjabat. Langkah mereka terlihat lebih wajar, mungkin juga ada pertimbangan lain. Tapi keputusan Rusdi? Bagi banyak orang, ini sulit dicerna akal sehat.
Lalu, apa sih daya tarik PSI? Pertanyaan ini wajar. Di satu sisi, NasDem adalah partai besar, peringkat keempat dengan 69 kursi di DPR. Selisih tipis dengan Gerindra yang punya 86. Sementara PSI? Nihil. Tak punya satu kursi pun di parlemen. Partai gurem. Tapi kok, justru di situ para tokoh ini berbondong-bondong hijrah?
Kalau ada yang bilang politisi pindah partai bukan demi posisi, tapi kenyamanan, saya agak skeptis. Rasanya terlalu muluk. Nyatanya, di mana-mana sama saja. Pola partai mencari suara pun nyaris serupa: segala cara ditempuh, termasuk politik uang dalam bentuk yang lebih halus, misal uang operasional.
Namun begitu, apa yang dilakukan PSI sekarang sebenarnya mirip dengan langkah NasDem di masa lalu. Dulu, NasDem aktif "menaungi" tokoh-tokoh dari partai lain, dengan cara halus maupun kasar. Cara kasarnya? Melalui tangan Jaksa Agung yang kebetulan kadernya. Rusdi sendiri dulu direkrut dari Golkar dan sukses menjadi peraih suara terbanyak di 2019.
Apakah ini karma buat NasDem? Bisa iya, bisa tidak. Tapi dalam politik, kata karma jarang berlaku. Yang menang biasanya yang paling lihai atau kalau mau halus, paling cerdik. Surya Paloh pasti tak tinggal diam. Dia sudah lama berkecimpung, awal dan ujung permainan biasanya sudah dia tahu. Bisa jadi dia sedang menunggu saat yang tepat, saat PSI sudah lelah. Sumber daya yang dimilikinya sangat besar untuk dimainkan.
Artikel Terkait
Di Tengah Banjir, Tardi Tetap Setia dengan Joran
Kobra Numpang Paket Karpet, Remaja Sukoharjo Terkapar di ICU
Bali Perketat Pengawasan Penumpang India Usai KLB Virus Nipah Dikeluarkan
Bocah di Cisarua: Berdiri Menunggu Teman yang Tertimbun Longsor