Dia ambil kekuatan dari sana, sedikit demi sedikit. Latihan, main, tarik-tarik energi. Tujuannya satu: agar dirinya makin besar dan kuat.
Nah, di sisi lain, pemilik Ombak tampaknya mulai kebingungan. Dia merasa sudah memelihara dan membesarkan orang tua si Gajah dulu. “Jokowi adalah kita!” serunya berulang kali, seolah ingin mengingatkan siapa yang pernah membantu.
Sekarang, ombak yang dia miliki mulai rusak karena tarian si Gajah itu. Rusak dan terus terkikis.
Pertanyaannya sekarang: akankah Ombak ini akhirnya hilang ditelan zaman? Lautan politik kita memang kejam. Tidak ada kawan atau lawan yang abadi di sini.
Semuanya, pada akhirnya, cuma untuk urusan perut masing-masing…
(Azwar Siregar)
Artikel Terkait
Fiorentina Hajar Cremonese 4-1, Gudmundsson Jadi Bintang
Mabes TNI Mutasi 35 Perwira, Brigjen Tagor Rio Pasaribu Jadi Aster Kaskogabwilhan II
Jadwal Imsak dan Salat di Surabaya 17 Maret 2026 Pukul 04.09 WIB
PSM Makassar Terancam di Papan Tengah Klasemen Liga 1 2025/2026