Sepertiga Petugas Haji Tahun Depan Perempuan, Angka Tertinggi Sepanjang Sejarah

- Rabu, 28 Januari 2026 | 23:24 WIB
Sepertiga Petugas Haji Tahun Depan Perempuan, Angka Tertinggi Sepanjang Sejarah
Perubahan Komposisi Petugas Haji

Ada kabar baik untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun depan. Jumlah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) perempuan bakal bertambah signifikan. Tercatat, sekitar sepertiga dari total petugas tepatnya 33 persen kini adalah perempuan. Ini adalah angka tertinggi yang pernah dicatat sepanjang sejarah haji Indonesia.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, tak menyembunyikan rasa senangnya. Menurutnya, kehadiran lebih banyak petugas perempuan akan sangat membantu, terutama dalam melayani jemaah haji perempuan yang jumlahnya juga dominan.

"Kalau kita lihat jumlah jemaah haji perempuan sekarang kan ada di 55,4 persen. Alhamdulillah saat ini tahun ini ada 33 persen petugas haji perempuan, ini jumlah terbesar selama sejarah penyelenggaraan haji di Indonesia,"

kata Arifatul di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (28/1).

"Jadi ini kebahagiaan luar biasa bagi saya,"

sambungnya dengan nada antusias.

Secara keseluruhan, lebih dari 1.600 orang PPIH akan diterjunkan ke Arab Saudi. Mereka nantinya bakal mengurusi segalanya, mulai dari akomodasi dan konsumsi, transportasi, sampai perlindungan jemaah dan layanan khusus untuk jemaah lanjut usia.

Nah, kepada para petugas perempuan ini, Arifatul punya pesan khusus. Ia berharap mereka bisa memberikan pelayanan yang tulus dan penuh empati. Soalnya, hanya perempuan yang paling paham apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh sesamanya.

"Yang penting adalah pelayanan berangkat dari hati, empatik, dan memperhatikan kebutuhan spesifik perempuan, yang itu tidak bisa dilakukan oleh petugas laki-laki,"

tegasnya.

Ia lalu memberi contoh konkret. Misalnya, petugas haji perempuan harus jeli menangkap kebutuhan spesifik di tempat-tempat seperti kamar mandi atau kamar untuk lansia. Detail-detail kecil yang sering terlewatkan.

"Dalam hal misalkan dalam kamar ya. Dalam kamar yang lansia, kami juga mengusulkan jangan semuanya lansia sekamar itu. Tetapi ada juga yang mungkin masih muda-muda, sehingga bisa saling membantu,"

ujarnya menjelaskan.

Dari situlah, harapannya jelas: layanan untuk jemaah lansia bisa jauh lebih optimal. Baginya, ini bukan sekadar urusan teknis, tapi lebih dari itu.

"Layanan yang baik itu kan berarti menunjukkan bahwa pemerintah hadir untuk memberikan perhatian khusus untuk para masyarakatnya yang sedang menunaikan haji di Tanah Suci,"

pungkas Arifatul menutup pembicaraan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar