Angka Pernikahan Anjlok, Legislator Soroti Ancaman Krisis Keluarga dan Ironi Kekerasan Seksual di Pesantren

- Rabu, 28 Januari 2026 | 13:12 WIB
Angka Pernikahan Anjlok, Legislator Soroti Ancaman Krisis Keluarga dan Ironi Kekerasan Seksual di Pesantren

Dalam rapat bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar, anggota Komisi VIII DPR Atalia Praratya menyoroti sebuah fenomena yang cukup menggelitik: angka pernikahan di Indonesia ternyata terus merosot. Tren penurunan ini, katanya, sudah berlangsung sejak 2013 lalu.

"Apa yang terjadi, tentu...apa yang terjadi pada saya tentu bukan menjadi contoh begitu ya,"

Ucap Atalia di Kompleks Parlemen, Rabu (28/1), dengan nada setengah bergurau. Tapi senyumnya segera sirna.

"Tapi yang terjadi saat ini harus menjadi perhatian bagi kita semua bahwa ternyata terkait dengan angka pernikahan ini ternyata terus turun."

Ia lantas membeberkan data terbaru. Pada periode 2021 hingga 2024 saja, penurunannya mencapai 15,1 persen. Angka itu, bagi Atalia, adalah bukti nyata adanya pergeseran signifikan dalam pola masyarakat membentuk keluarga. Ia khawatir kita akan meniru negara-negara tetangga.

"Kita tidak mau seperti Korea Selatan misalkan, ini Korea Selatan ini turun sebanyak 50 persen. Kemudian juga Jepang turunnya 21,1 persen. China juga 20 persen,"

jelasnya dengan suara tegas.

Meski begitu, ia tak menutup mata pada upaya Kemenag. Program pranikah seperti tepuk sakinah dan persiapan calon pengantin patut diapresiasi. Namun begitu, menurut Atalia, yang tak kalah krusial adalah bagaimana mempertahankan ketahanan rumah tangga setelah ijab kabul usai.

"Nampaknya ketahanan keluarga juga menjadi penting. Supaya betul-betul khususnya anak muda kita, mereka memiliki istilahnya pembekalan yang baik, begitu,"

pungkasnya.

Lingkungan Religius dan Ironi Kekerasan Seksual


Halaman:

Komentar