Dalam sebuah panggilan telepon yang cukup mengejutkan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) memberikan jaminan kepada Presiden Iran yang baru terpilih, Masoud Pezeshkian. Intinya jelas: Saudi tidak akan jadi panggung untuk menyerang Iran.
Percakapan itu sendiri berlangsung cukup intens. Dari pihak Iran, Pezeshkian tak cuma menyampaikan perkembangan terkini di dalam negeri, termasuk upaya-upaya pemerintahannya. Ia juga menyentuh soal perundingan nuklir yang masih berjalan topik yang selalu panas dan penuh ketegangan.
Menurut laporan dari The Saudi Press Agency (SPA), MBS menegaskan sikap menghormati kedaulatan Iran. Pernyataannya tegas dan tanpa ambiguitas.
"Kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayahnya digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran atau untuk serangan apa pun dari pihak mana pun, terlepas dari asal-usulnya,"
Demikian pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (28/1) itu. Lebih dari sekadar janji, MBS juga mendorong penyelesaian segala masalah lewat dialog. Jalur diplomasi, katanya, adalah cara terbaik untuk membangun keamanan dan stabilitas di kawasan yang kerap bergolak ini.
Latar belakang pernyataan ini tentu tidak muncul begitu saja. Sebelumnya, Pezeshkian sudah melontarkan kecaman keras terhadap Amerika Serikat. Ancaman intervensi militer AS membayangi Iran, terutama menyusul insiden demonstrasi dalam negeri. Pengerahan kapal induk USS Abraham Lincoln ke perairan dekat Iran semakin memanaskan suasana.
"Ancaman dan operasi psikologis Amerika bertujuan untuk mengganggu keamanan kawasan dan tidak akan menghasilkan apa pun selain ketidakstabilan,"
Ungkapan Pezeshkian itu menggambarkan betapa runcingnya situasi. Di tengah ancaman dari satu pihak, jaminan dari pihak lain seperti dari Saudi ini bisa jadi penyeimbang yang cukup berarti. Atau setidaknya, itu yang diharapkan.
Artikel Terkait
774 Pelanggaran Disiplin Terjadi di Kemenimipas, Bolos Kerja Mendominasi hingga 42 Pegawai Dipecat
Mentan Amran: Capaian Pangan Nasional Tak Lepas dari Peran TNI, Stok Beras Capai Rekor 5,12 Juta Ton
KPK Soroti 27.969 Bidang Tanah di Sulsel Belum Bersertifikat, Rawan Konflik dan Korupsi
Warkop Dg Anas: Meja Kopi Sederhana yang Menjadi Titik Temu Para Legenda Makassar