Trump punya garis merah yang ia suarakan berulang kali. Dia mengancam akan turun tangan jika ada demonstran yang terbunuh. Dan ancaman itu bukan main-main. Laporan dari sejumlah lembaga independen menyebut korban tewas dalam unjuk rasa di Iran sudah mencapai angka ribuan. Situasinya sangat mencekam.
Di sisi lain, Iran sama sekali tidak tinggal diam. Pemerintah di Teheran pekan lalu memberi pernyataan keras: setiap serangan terhadap mereka akan dianggap sebagai deklarasi perang besar-besaran. Sikap yang jelas menunjukkan mereka siap menghadapi konsekuensi terburuk.
Ketegangan ini pun memancing respons dari negara tetangga. Uni Emirat Arab (UEA), misalnya, langsung bersuara. Mereka menegaskan tak akan mengizinkan wilayah udaranya digunakan untuk aksi militer apa pun yang ditujukan ke Iran. Keputusan yang cukup krusial, mengingat posisi strategis mereka.
Lalu, bagaimana dengan posisi AS sendiri? Faktanya, militer AS punya pangkalan di Pangkalan Udara Al Dhafra, di selatan Abu Dhabi, UEA. Pangkalan itu selama ini jadi pusat operasi untuk misi melawan ISIS sekaligus memantau seluruh kawasan. Kini, kehadirannya terasa semakin signifikan dan mengundang pertanyaan. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Semua mata tertuju pada langkah berikutnya dari kedua pihak.
Artikel Terkait
Bandara Sultan Hasanuddin Sambut Pemudik dengan Hampers Kejutan di Conveyor Belt
Lille Kalahkan Rennes 2-1 di Roazhon Park, Perkuat Posisi di Papan Atas
AVC Tetapkan Grup Champions Club Asia 2026, Indonesia Jadi Tuan Rumah dengan Dua Wakil
Simon Grayson Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia