Usai perang, Rasulullah SAW secara khusus mencari jenazahnya. Beliau berkata, "Dia adalah bagian dariku dan aku adalah bagian darinya." Rasulullah sendiri yang memangkunya, lalu memakamkannya.
Nah, bagi mereka yang berjuang bersama Zakaria, sosoknya seakan menghidupkan kembali Sang Julaybib itu. Ia tidak cari ketenaran. Ia hanya ingin baktinya diterima.
Hingga akhirnya, di suatu hari di utara Beit Lahia, langkahnya terhenti. Dalam kontak senjata yang sengit dengan pasukan penjajah, Zakaria bertahan tegak sampai nafas terakhir. Ia gugur setelah memberi perlawanan yang luar biasa.
Kabarnya menyebar cepat. Kawan-kawannya menulis kalimat yang singkat tapi dalam: "Julaybib hidup, dan kini Julaybib telah pulang."
Ia pergi. Sebagai seorang ksatria. Sebagai bagian dari legenda kepahlawanan Gaza yang takkan mudah dilupakan.
Semoga Allah merahmati dan menerimanya dalam barisan syuhada.
Artikel Terkait
Bandara Sultan Hasanuddin Sambut Pemudik dengan Hampers Kejutan di Conveyor Belt
Lille Kalahkan Rennes 2-1 di Roazhon Park, Perkuat Posisi di Papan Atas
AVC Tetapkan Grup Champions Club Asia 2026, Indonesia Jadi Tuan Rumah dengan Dua Wakil
Simon Grayson Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia