Malam Kamis kemarin, tim DVI menerima kantong jenazah keempat dari Basarnas. Tak lama setelah itu, mereka berhasil mengidentifikasi satu lagi korban dari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep. Korban tersebut adalah Esther Aprilita, seorang pramugari berusia 26 tahun.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr. Muh Haris. Menurutnya, pemeriksaan terhadap jenazah itu telah selesai dilakukan.
"Telah dilakukan pemeriksaan jenazah dan teridentifikasi bernama Esther Aprilita, usia 26 tahun, berjenis kelamin perempuan," kata Haris kepada wartawan.
Haris memaparkan, identifikasi ini bukan perkara mudah. Tim gabungan bekerja dengan teliti, memeriksa sidik jari, gigi, dan sidik medis lainnya. Hasilnya cukup jelas: ada kecocokan antara data postmortem dan antemortem.
"Jadi, kantong jenazah dengan nomor PM 62B.08 cocok dengan nomor antemortem 002, sebagai nama Esther Aprilita, usia 26 tahun, alamat Perum Bukit Rancamaya, Nomor 1, Blok E2, RT/RW 001/006, Desa Ciheran Pd, Kecamatan Caringin, Bogor, Jawa Barat," sebutnya.
Dengan kata lain, semua bukti mengarah pada satu nama. Esther.
Penemuan ini tentu saja menambah daftar korban yang telah dikenali. Sebelumnya, tim sudah mengidentifikasi dua jenazah lainnya. "Jadi sampai hari ini, tim DVI gabungan telah berhasil mengidentifikasi tiga korban dari empat kantong jenazah yang diterima," ucap Haris menjelaskan situasi terbaru.
Langkah selanjutnya sudah jelas. Tim DVI Biddokes Polda Sulsel akan segera menyerahkan jenazah Esther Aprilita kepada keluarganya. Proses duka pun bisa dilanjutkan; disemayamkan, lalu dimakamkan sesuai tradisi.
Pekerjaan tim di lapangan masih terus berlanjut. Satu kantong jenazah lagi masih menunggu untuk disebutkan namanya.
Artikel Terkait
Prakiraan Cuaca Sulsel 14 Juni: Cerah Berawan Dominan, Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan Ringan
Qatar Curi Satu Poin Lewat Gol Injury Time, Imbangkan Swiss 1-1 di Laga Perdana Grup B Piala Dunia 2026
Kejagung Pastikan 21.801 Motor Listrik BGN Tetap Digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis Meski Disidik Korupsi
Ana/Trias Bangkit dari Keterpurukan, Lolos ke Final Australian Open 2026