Video itu tiba-tiba jadi viral di mana-mana. Kedai "Kopi Pangku PIK" yang direkam seorang pengulas tempat nongkrong di media sosial itu, sekarang malah bikin orang penasaran sama menunya. Bukan cuma soal kopi atau mi goreng, tapi ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang bikin banyak orang mengernyitkan dahi.
Di video itu, jelas terlihat sebuah menu diletakkan di atas meja kayu yang sederhana. Tampilannya biasa saja, cuma kertas laminating. Tapi isinya? Nah, ini yang menarik. Menu itu terbagi dua. Sisi kiri berisi makanan dan minuman biasa. Indomie goreng dua belas ribu, mi kuah telur lima belas ribu, gitu-gitu aja. Harga warkop pada umumnya.
Namun begitu, mata langsung tertuju ke kolom di sebelah kanan. Judulnya "Paket Enak Enak". Di situlah letak kejutannya. Daftarnya memakai istilah-istilah yang... yah, cukup blak-blakan. Dan harganya? Jauh melambung dibanding secangkir kopi.
Ada tiga pilihan paket. Yang termurah, "Reguler", seratus lima puluh ribu rupiah. Fasilitasnya? "Pangku Ngobrol". Lalu naik ke tingkat "Premium", tiga ratus ribu. Deskripsinya bertambah satu kata: "Pangku Ngobrol Pegang". Kenaikan harga seratus lima puluh ribu rupiah untuk satu kata "Pegang".
Puncaknya adalah paket "Special". Harganya tujuh ratus lima puluh ribu. Hanya dengan dua kata penjelas: "Pangku Intim". Apa maksud "intim" di sini? Itu pertanyaan besar yang menggantung. Belum ada jawaban resmi. Di bawahnya, ada opsi "Tambah Waktu", tiga puluh ribu per setengah jam. Jadi jelas, layanan ini dibatasi durasi, layaknya menyewa sesuatu.
Ujar salah seorang pengunjung pria dalam video sambil menunjuk menu dan tertawa agak bingung. Rekannya di sampingnya juga tampak bimbang.
Artikel Terkait
Menteri Dito Usai Diperiksa KPK, Kasus Kuota Haji Kian Panas
Delapan Belas Jembatan Bailey di Aceh Sudah Beroperasi Penuh
Petani Madiun Divonis Percobaan Usai Memelihara Landak Jawa
Di Balik Seragam Loreng: Sentuhan Manusiawi TNI di Tengah Puing Bencana Sumatra