Menurut pantauan di lapangan, kendaraan lapis baja pasukan Suriah bergerak masuk setelah SDF pergi. Kementerian Dalam Negeri Suriah sendiri bilang, mereka sedang mengambil langkah-langkah keamanan untuk menjaga stabilitas kamp.
Namun begitu, pemimpin SDF Mazloum Abdi punya pandangan lain. Ia menyalahkan "ketidakpedulian internasional" atas mundurnya pasukannya.
"Koalisi pimpinan AS harus bertanggung jawab atas keamanan fasilitas penahanan ISIS ini, yang sekarang beralih ke tangan pemerintah Damaskus," katanya.
Perubahan ini nggak datang tiba-tiba. Ini adalah bagian dari gelombang besar pasca-jatuhnya rezim Assad akhir 2024. SDF, sekutu lama AS dalam perang melawan ISIS, pelan-pelan kehilangan cengkeramannya di timur laut Suriah. Termasuk atas kamp-kamp dan penjara yang menampung ribuan tersangka ISIS beserta keluarganya.
Di sisi lain, AS juga tak tinggal diam. Militer AS dikabarkan telah mulai memindahkan sejumlah tahanan terkait ISIS dari Suriah ke Irak. CENTCOM menyebut 150 tahanan, termasuk warga Irak dan asing, sudah dipindah ke fasilitas aman di Irak pada Rabu pagi. Tujuannya jelas: memastikan mereka tetap diawasi ketat, agar tidak ada pelarian atau kebangkitan kembali ISIS.
Transisi kekuasaan di Al-Hol sendiri sempat berlangsung kacau. Ada laporan asap hitam tebal, penjarahan, bahkan serangan terhadap bangunan administrasi dan pusat bantuan. Beberapa penghuni mengeluh kelangkaan makanan, air, dan obat-obatan selama beberapa hari.
Kamp yang didirikan sejak 1991 ini memang selalu jadi sorotan, terutama setelah kekhalifahan ISIS ambruk tahun 2019. Ia disebut-sebut sebagai "bom waktu" yang mengancam stabilitas kawasan.
Pemerintah Suriah kini berjanji akan mengamankan kamp dan mencegah aktivitas ilegal. Proses repatriasi warga asing dan pemulangan warga Suriah serta Irak juga diklaim terus berjalan, meski di tengah tantangan keamanan dan kemanusiaan yang ruwet. Masa depan 24.000 jiwa di gurun Hasakah itu, sekali lagi, berada di titik yang tidak pasti.
Artikel Terkait
Politik Keluarga: Ketika Panggung Pencitraan Menggusur Ruang Debat
Saksi UGM Bantah Foto di Ijazah Jokowi: Wajahnya Tidak Sama
Saksi Kunci UGM Bantah Wajah di Ijazah Jokowi: Tidak Sama dengan yang Salaman Saya
Jakarta Terapkan Belajar dan Bekerja dari Rumah, Antisipasi Cuaca Ekstrem