Jakarta – Rabu pagi (21/1/2026) di halaman Masjid Al-Furqon, Kramat Raya, suasana tampak berbeda. Suara mesin truk dan semangat para relawan memecah kesunyian. Di situlah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) dan LAZNAS Dewan Dakwah resmi melepas Konvoi Kemanusiaan tahap kedua. Tujuannya jelas: membantu pemulihan ribuan warga di Sumatra yang masih berjuang pasca-bencana.
Ini bukan aksi pertama. Sebelumnya, pada pertengahan Desember lalu, bantuan tahap awal sudah lebih dulu dikirim. Nah, kali ini, misinya lebih spesifik.
Pelepasan konvoi dipimpin langsung oleh Sekretaris Umum DDII Pusat, H. Fathurrahmah Mahfudz. Ia didampingi Direktur Eksekutif LAZNAS Dewan Dakwah, M. Idris Yusuf, dan sejumlah pengurus lain. Ada nuansa khidmat dan harapan yang terasa di antara gemuruh kendaraan.
Dalam sambutannya, Fathurrahmah menekankan bahwa langkah ini adalah ikhtiar nyata yang berkelanjutan. Ia menyebutnya sebagai jembatan amanah, menghubungkan kepedulian masyarakat Indonesia dengan saudara-saudara yang membutuhkan di Sumatra.
“Atas nama Dewan Dakwah, kami ucapkan ribuan terima kasih Jazakallah Ahsanal Jaza kepada seluruh donatur dan mitra yang percaya pada kami,” ujarnya.
Suaranya lantang terdengar di antara hadirin. “Dengan membaca Bismillah, konvoi ini kita berangkatkan. Semoga Allah mudahkan perjalanan dan berikan kekuatan, agar amanah umat ini sampai dengan selamat.”
Kalau tahap pertama fokus pada tanggap darurat, tahap kedua ini punya target lain: mempersiapkan penyintas menyambut Ramadan. Bayangkan, bulan suci tinggal sebentar lagi, sementara kondisi mereka masih serba terbatas.
Maka, diangkutlah 1.500 paket bantuan. Isinya beragam, mulai dari sembako, alat ibadah, seragam sekolah, sampai perlengkapan kebersihan. Tujuh armada dikerahkan tiga truk logistik, dua ambulans untuk layanan kesehatan dan jenazah, plus dua mobil operasional. Barang-barang itu memenuhi seluruh badan kendaraan.
Menurut Idris Yusuf, Direktur Eksekutif LAZNAS Dewan Dakwah, distribusi kali ini hasil kolaborasi yang cukup masif.
“Kami bekerja sama dengan 56 mitra dari empat provinsi: Jakarta, Jawa Tengah, Bali, dan Yogyakarta. Relawan yang turun ada 20 orang, gabungan dari pusat dan daerah. Mereka yang akan mengawal bantuan hingga tiba di Sumatra Barat dan Aceh,” jelasnya.
Perjalanan darat dan laut ini tak sebentar. Diperkirakan butuh empat sampai lima hari. Sejak bencana melanda akhir November tahun lalu, LAZNAS Dewan Dakwah memang konsisten hadir lewat jaringan dai dan relawan lokal. Upaya ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan. Agar kehidupan mereka kembali layak, terutama saat menjalani ibadah di bulan Ramadan nanti.
Konvoi pun bergerak perlahan meninggalkan halaman masjid. Perjalanan panjang menanti. Tapi, setidaknya, harapan itu ikut terbawa di dalam setiap paket bantuan.
Artikel Terkait
Kemenhub Gelar Sidak ke Pool Green SM di Bekasi Usai Kecelakaan KRL, Temukan Sejumlah Pelanggaran Keselamatan
Harga Emas Antam Turun Rp30.000 per Gram, Kini Rp2.784.000
40 Pimpinan Ormas Islam Beri Dukungan Moral ke Jusuf Kalla yang Dilaporkan atas Tuduhan Penistaan Agama
Al Hilal Kalahkan Damac 1-0, Milinkovic-Savic Jadi Pahlawan Kemenangan