Itu adalah Larry. Bukan tamu, melainkan penghuni tetap.
Ya, Larry the Cat sudah lama menetap di sana. Statusnya pun bukan main: Chief Mouser to the Cabinet Office. Secara sederhana, dia adalah "Kepala Penangkap Tikas" untuk Kantor Kabinet. Sudah bertahun-tahun kucing ini menjadi bagian dari kehidupan di jantung pemerintahan, jauh lebih lama daripada kebanyakan penghuni manusia di tempat itu.
Kehadirannya yang tak terduga itu berhasil mencairkan suasana. Ekspresi kaku di wajah Prabowo dan Starmer seketika luluh, berganti dengan senyum spontan. Mereka bahkan sempat melirik, mengikuti langkah Larry yang melanjutkan perjalanannya. Sang kucing, tentu saja, tampak acuh tak acuh. Baginya, ini mungkin hanya gangguan kecil dalam rutinitasnya.
Momen itu singkat, tapi mengesankan. Untuk sejenak, diplomasi tingkat tinggi harus berbagi panggung dengan seekor kucing. Dan Larry, dengan gayanya yang khas, mengingatkan semua orang bahwa di balik segala protokol ketat, selalu ada ruang untuk hal-hangat yang tak terduga.
Artikel Terkait
Klaim Dua Malam Menteri Purbaya Saat Rupiah Kepayahan
Homo Eggiensis: Sindiran Sutoyo Abadi pada Restorative Justice yang Menggadaikan Etika
Di Balik Jeruji Yordania: Kisah Ibu dan Anak dengan ADHD yang Terjerat Kasus Terorisme Daring
Ibu dan Balita Hilang Diterjang Banjir di Tabanan