Jadi, solusinya bagaimana? CSIS punya usulan konkret: turunkan secara bertahap. Jangan drastis, biar sistemnya stabil.
Dengan ambang batas 3,5% di 2029 nanti, Arya memperkirakan jumlah wasted votes bisa ditekan signifikan, dari sekitar 17 juta jadi hanya 11 juta suara.
Soal Suara Tidak Sah, Salah Siapa?
Pembahasan lain yang menarik adalah soal suara tidak sah. Banyak yang menyalahkan sistem pemilu serentak sebagai biang keroknya. Tapi menurut Arya, data justru menunjukkan hal berbeda.
Persoalan utamanya bukan di sistem, melainkan pada pengetahuan dan perilaku pemilih itu sendiri.
Ia pun menunjukkan data. Tren suara tidak sah justru menurun sejak 2009, ketika sistem proporsional terbuka diterapkan sepenuhnya. Dulu di angka 14%, pada Pemilu 2024 kemarin turun jadi sekitar 10% padahal pemilu dilaksanakan secara serentak dengan pilpres.
Artinya, menurut CSIS, fokusnya harus lebih pada peningkatan literasi pemilih. Bukan pada menyalahkan desain sistem yang ada.
Artikel Terkait
Rp200 Triliun Ditarik dari BI, Benarkah Dana itu Sampai ke Tangan UMKM?
Basarnas Tak Anggap Ada yang Selamat, Tapi Harap Mukjizat di Reruntuhan Pesawat Maros
Dua Malam di Gunung, Korban Pertama Kecelakaan Pesawat Akhirnya Dievakuasi
DPR Soroti Sistem Proporsional Terbuka: Demokrasi yang Mahal dan Penuh Kepura-puraan