Rabu lalu, para mediator internasional mengonfirmasi sebuah penunjukan penting. Dr. Ali Abdel Hamid Shaath, pakar teknik sipil Palestina yang namanya cukup dikenal, akan memimpin komite teknokratis yang mengelola administrasi Jalur Gaza. Ini bagian dari Fase Kedua rencana perdamaian Donald Trump. Bisa dibilang, langkah ini menandai pergeseran dari sekadar gencatan senjata menuju tahap yang lebih konkret: rekonstruksi dan demiliterisasi.
Shaath sendiri bukan sosok baru. Pria 67 tahun kelahiran Khan Yunis ini punya rekam jejak panjang di pelayanan publik Palestina. Latar belakang pendidikannya kuat, doktor infrastruktur dari Queen’s University Belfast, Inggris. Sebelumnya dia pernah menduduki posisi seperti Wakil Menteri Perencanaan dan Ketua Otoritas Pelabuhan Palestina. Jadi, pengalamannya tak perlu diragukan lagi.
Lalu, apa saja tugas utama yang menunggunya?
Pertama, dia akan memimpin komite berisi 15 profesional. Target mereka jelas tapi berat: memulihkan layanan publik dasar, membangun kembali infrastruktur Gaza yang hancur, dan memastikan bantuan kemanusiaan tersalur. Semua ini akan dijalankan dengan landasan Resolusi DK PBB 2803 dan 20-Point Peace Plan Donald Trump. Sebuah badan internasional bernama Board of Peace yang dipimpin Trump sendiri akan mengawasi kerja mereka.
Untuk sementara, markas komite akan berada di Kairo, Mesir. Rencananya, setelah segala persiapan matang, operasi akan dipindahkan langsung ke Gaza. Soal waktu? Shaath memperkirakan proses rekonstruksi total butuh setidaknya tujuh tahun. Waktu yang tidak sebentar, tentu saja.
Tak lama setelah penunjukannya, Shaath langsung bergerak.
Pada Minggu, 18 Januari 2026, dia mengumumkan langkah pertamanya lewat media sosial. Tindakan resmi pertamanya adalah menandatangani Pernyataan Misi NCAG, sebuah dokumen yang mendefinisikan prinsip rekonstruksi dan tata kelola Gaza selama masa transisi.
Inilah kutipan lengkap pernyataannya yang diposting di akun X:
Hari ini, sebagai tindakan resmi pertama saya, saya mengadopsi dan menandatangani Pernyataan Misi NCAG, yang menegaskan mandat pemerintahan dan prinsip-prinsip operasional kami:
Diberi wewenang oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 dan Rencana Perdamaian 20 Poin Presiden Donald J. Trump, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza berdedikasi untuk mengubah masa transisi di Gaza menjadi landasan bagi kemakmuran Palestina yang langgeng.
Di bawah bimbingan Board of Peace, yang diketuai oleh Presiden Donald J. Trump, dan dengan dukungan serta bantuan dari Perwakilan Tinggi untuk Gaza, misi kami adalah membangun kembali Jalur Gaza bukan hanya dalam infrastruktur tetapi juga dalam semangat.
Kami berkomitmen untuk membangun keamanan, memulihkan layanan-layanan penting yang menjadi landasan martabat manusia seperti listrik, air, perawatan kesehatan, dan pendidikan, serta menumbuhkan masyarakat yang berakar pada perdamaian, demokrasi, dan keadilan. Beroperasi dengan standar integritas dan transparansi tertinggi, NCAG akan membentuk ekonomi produktif yang mampu menggantikan pengangguran dengan kesempatan bagi semua.
Kami merangkul perdamaian, melalui mana kami berupaya untuk mengamankan jalan menuju hak-hak Palestina yang sejati dan penentuan nasib sendiri.
Postingan itu disertai tangkapan layar pernyataan resminya. Tugas besar sudah dimulai. Tantangan di depan mata, dan waktu akan menjawab bagaimana komite pimpinan Shaath ini menjalankan mandatnya yang sangat kompleks itu.
Artikel Terkait
Progres Pembangunan Jalan Multiyears Project di Sulsel Capai 25 Persen
Polisi Tangkap Otak Pembunuhan di Hotel Timika, Motif Balas Dendam
Benda Mirip Rudal Ditemukan Nelayan di Perairan Takalar, Diamankan TNI-Polri
Rustini Muhaimin Serukan Return to Family untuk Selamatkan Fondasi Bangsa di CFD Surabaya