Angka-angka memang bisa bercerita banyak soal pertanian kita. Produksi naik, harga bergejolak, semua tertata rapi dalam grafik dan laporan. Tapi coba tengok ke lapangan. Di balik narasi statistik yang rapi itu, ada kehidupan petani yang jauh lebih berliku, dan seringkali tak sejalan dengan gambaran di atas kertas.
Bicara kesejahteraan petani, harga jual panen cuma satu bagian dari cerita. Yang tak kalah berat adalah biaya produksi yang terus merangkak naik pupuk, benih, semuanya. Belum lagi ketergantungan pada cuaca yang makin sulit ditebak. Ada hari-hari dimana gagal panen menghampiri, menghabiskan tenaga dan modal. Di saat seperti itu, pendapatan bisa ludes seketika, meski data nasional bilang sektor pertanian kita "stabil".
Menurut sejumlah petani yang saya temui, tekanan ini nyata dan dirasakan setiap musim.
Artikel Terkait
Malam di Rasuna Said: Tiang Pertama Monorel Mangkrak Akhirnya Runtuh
Calya Bekas: Solusi Cerdas Ibu Pintar untuk Mobilitas Keluarga
Prabowo Tegaskan Pentingnya Sosial Humaniora dalam Pertemuan dengan 1.200 Akademisi
Dokter Tifa Klaim Fufufafa adalah Gibran, Ungkap Analisis Otak dalam Buku Kontroversial