Sudah lewat dua tahun sejak penayangan perdananya, tapi nama The Oath of Love masih kerap muncul di obrolan para penggemar drakor. Ya, drama China yang satu ini memang punya daya tarik tersendiri. Alurnya hangat, romantisnya nggak bikin enek, dan yang pasti, menghibur banget.
Kunci utamanya mungkin ada di chemistry dua pemain utamanya: Yang Zi dan Xiao Zhan. Sejak episode-episode awal, keduanya berhasil menciptakan percikan yang terasa nyata. Mereka memerankan karakter yang bertolak belakang satu ceria dan optimis, satunya lagi dingin dan tertutup. Tapi justru dari situlah cerita cinta mereka berkembang dengan natural, nggak dipaksakan.
Kisahnya berpusat pada Lin Zhixiao, mahasiswi musik yang penuh semangat. Dunianya berantakan saat ayahnya sakit keras dan harus dirawat di rumah sakit. Di tempat yang penuh ketegangan itulah dia bertemu dengan Gu Wei, seorang dokter bedah yang sikapnya acapkali terkesan angkuh.
Namun begitu, di balik sikap dinginnya, Gu Wei menyimpan empati yang dalam. Hubungan mereka nggak langsung melesat. Penonton diajak menyaksikan prosesnya perlahan-lahan, lewat obrolan singkat di koridor rumah sakit, atau dukungan diam-diam di saat-saat genting. Momen-momen kecil itulah yang justru bikin ceritanya terasa begitu manusiawi dan mudah dicerna.
Yang bikin The Oath of Love nggak membosankan adalah selipan komedinya. Drama ini piawai menyeimbangkan tema berat seputar keluarga dan kesehatan dengan humor yang segar. Banyak adegan kocak datang dari karakter-karakter pendukung, terutama sahabat-sahabat Lin Zhixiao. Tingkah polos dan interaksi mereka sukses jadi penyegar di antara konflik emosional yang melanda tokoh utama.
Artikel Terkait
Summer Again: Kisah Balet, Manga, dan Cinta yang Tumbuh di Antara Pertengkaran Masa Kecil
Teror Hewan Buas di Kuningan, Puluhan Domba Tewas Digigit
Tito Tantang Kepala Daerah: Berani Berinovasi atau Terjebak Ketergantungan
Empat Inovasi Siswa Medan Sabet Medali di Ajang Bergengsi Thailand