Habib Rizieq Buka Suara: Kritik Pejabat Boleh, Tapi Jangan Sentuh Ibadah

- Rabu, 14 Januari 2026 | 14:00 WIB
Habib Rizieq Buka Suara: Kritik Pejabat Boleh, Tapi Jangan Sentuh Ibadah
Artikel Gaya Manusia

Jakarta – Reaksi datang dari Habib Rizieq Syihab terkait materi komika Pandji Pragiwaksono dalam komedi 'Mens Rea'. Bagian yang mengusik sang habib adalah olokan yang menyentuh ranah agama. Menurutnya, hal itu patut disayangkan.

Namun begitu, sikapnya berbeda soal kritik. Rizieq justru mendukung penuh komedi yang menyoroti kinerja pejabat. Kritik terhadap penguasa, dalam pandangannya, adalah hal yang wajar dan sah-sah saja. "Kalau kritik kepada pejabat, saya setuju. Kritiknya bagus, lanjutkan," ujarnya.

Ia menambahkan dengan tegas, "Saya juga tidak setuju kalau gara-gara kritik dia harus ditangkap atau diproses hukum." Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah video yang dikutip Suara Islam pada Rabu, 14 Januari.

Di sisi lain, ada bagian lain yang ia soroti. Materi yang menyinggung soal salat dan kriteria pemimpin dalam Islam dinilainya sangat memprihatinkan. Bagi Rizieq, mensyaratkan pemimpin yang menjalankan salat adalah ajaran agama. Itu bukan bahan lelucon.

"Pemimpin yang tidak salat itu haram, sepintar apa pun dan setinggi apa pun gelarnya," tegasnya. Poin ini ia anggap sebagai garis yang tak boleh dilangkahi.

Lalu, bagaimana dengan argumen bahwa salat tak selalu mencerminkan perilaku, mengingat masih ada pejabat salat yang korupsi? Rizieq punya jawabannya. Menurutnya, logika itu tak bisa dipakai untuk merendahkan ibadah itu sendiri. "Firman Allah tidak boleh dihina, dicanda-candakan, atau diolok-olok," katanya dengan nada keras.

Ia kemudian memberi nasihat. Pelawak, menurutnya, jangan sampai berfatwa karena bukan ulama. Ia juga meminta agar Pandji segera memohon ampun pada Allah jika candaannya tak disengaja, dan berjanji untuk tidak mengulanginya.

Pada akhirnya, Rizieq menegaskan dukungannya pada kebebasan komedi dan kritik sosial. Syaratnya cuma satu: jangan sampai masuk ke wilayah penistaan agama. Ia meminta Pandji untuk bertobat. Rekaman materi yang dianggap menghina salat termasuk yang tayang di Netflix harus dihapus. Dan tentu, disertai permintaan maaf yang tulus kepada publik.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar