Untuk haji 2026 nanti, Kemenhaj punya konsep baru: 'Haji Ramah Perempuan'. Ini bukan sekadar jargon belaka. Salah satu wujud nyatanya adalah dengan menambah jumlah petugas haji perempuan dari berbagai latar bidang. Langkah ini diambil karena melihat fakta di lapangan jemaah haji Indonesia tiap tahunnya memang didominasi oleh kaum perempuan.
Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan menegaskan hal itu di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (14/1).
Angkanya cukup signifikan. Tahun ini, petugas haji perempuan ditetapkan sebanyak 531 orang. Jumlah itu melebihi 30 persen dari total petugas. Bandingkan dengan tahun sebelumnya yang belum mencapai angka 30 persen. Intinya, pemerintah berupaya menghadirkan lebih banyak petugas perempuan serta layanan inti yang khusus. Tujuannya jelas: memberi rasa aman dan nyaman lebih besar bagi jemaah perempuan selama menjalankan ibadah.
Di sisi lain, kinerja seluruh PPIH akan dipantau ketat. Teknologi seperti sistem Kawal Haji akan digunakan agar pengawasan layanan berjalan transparan dan tentu saja, responsif. Harapannya, penyelenggaraan haji ke depan bisa memberikan aura berbeda. Sebuah tanda keberkahan dan peningkatan kualitas yang bisa dirasakan semua jemaah.
Artikel Terkait
Dua Tersangka Kasus Pembunuhan di TPU Bekasi Ditangkap, Motifnya Utang-Piutang
Isra Mikraj: Antara Keyakinan dan Polemik yang Tak Pernah Usai
Tiang Monorel Rasuna Said Mulai Dibongkar, Dishub Janji Lalu Lintas Tak Tersendat
Islah Bahrawi Buka Suara: Jokowi Larang Yaqut Hadir di Pansus Haji