Kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Papua ternyata mengalami perubahan jadwal. Rencana untuk terbang ke Yahukimo, di Papua Pegunungan, akhirnya ditunda bukan tanpa alasan.
Mayjen TNI Amrin Ibrahim, yang memimpin Satgas Pengamanan VVIP sekaligus menjabat Pangdam XVII/Cenderawasih, mengungkapkan alasannya. Menurutnya, faktor keamanan jadi pertimbangan utama. "Saya selaku Komandan Satuan Tugas Pengamanan VVIP, karena melihat pertimbangan keamanan di Yahukimo sampai dengan pagi ini, saya menyarankan kepada Bapak Wapres untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo," jelas Amrin saat berbincang dengan awak media di Biak Numfor, Rabu lalu.
Ia menambahkan, Gibran sebenarnya sangat ingin bertemu dan menyapa masyarakat setempat. Namun begitu, situasi di lapangan dinilai belum kondusif.
"Dan tentunya, kami menyarankan untuk melakukan penjadwalan kembali, karena masyarakat Yahukimo tentunya sangat ingin bertemu dengan Bapak Wakil Presiden," ujarnya.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di Yahukimo? Amrin menyoroti adanya aktivitas mencurigakan. Dari hasil pertimbangan intelijen, terpantau gerakan-gerakan dari kelompok tertentu yang dianggap tidak bertanggung jawab. Kondisi itu dinilai berpotensi mengancam keamanan orang nomor dua di Indonesia tersebut.
"Oh iya, dari pertimbangan intelijen, kami melihat ada gerakan-gerakan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab di sana, yang menurut pertimbangan kami untuk keamanan VVIP, tentunya sangat tidak memungkinkan," tandas Amrin tegas.
Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi. KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak turut hadir, begitu pula Kapolda Papua Irjen Petrus Patrige Rudolf Renwarin. Kehadiran mereka semakin menegaskan bahwa persoalan keamanan ini ditangani secara serius dari berbagai tingkat komando.
Untuk sekarang, belum ada kepastian kunjungan itu akan dijadwalkan ulang pada hari apa. Yang jelas, keputusan penundaan ini diambil demi kehati-hatian, menunggu situasi benar-benar aman.
Artikel Terkait
Prabowo dan KSAD Bahas Capaian TNI AD: 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Tuntas dalam Tiga Bulan
IHSG Melemah Tipis ke 7.621, Tekanan Jual Masih Membayangi
Mentan: Swasembada Pangan Hanya Mungkin dengan Sinergi Pusat-Daerah
PN Jakarta Pusat Tolak Eksepsi Mardiono, Perkara Muktamar PPP Lanjut ke Pemeriksaan Bukti