Protes Hanif didukung 13 DPC lain yang memilih walk out. Pemicunya adalah masuknya kembali nama Melly Pangestu sebagai Sekretaris dalam SK dari Pusat. Di sisi lain, respons dari pimpinan daerah justru terasa lebih kalem, bahkan diplomatis.
Ketua DPD PSI Kota Semarang, Bangkit Mahanantyo, menyikapi gelombang protes ini dengan analogi yang halus.
Tapi bagi sejumlah pengamat, 'angin' yang dimaksud itu lebih mirip upaya penjinakan. Agar semua faksi patuh pada instruksi dari atas. Yogo Triyanto dari DPW Jateng menyaksikan sendiri bagaimana energi muda partai ini terkuras untuk gesekan internal, bukan untuk menghadapi partai-partai mapan di luar.
Pada akhirnya, kericuhan di Hotel Triiss ini seperti cermin dari kebingungan identitas. Ketika pragmatisme berkuasa, faksionalisme adalah konsekuensi yang tak terhindarkan. Semua pihak berlomba menunjukkan diri sebagai yang paling loyal pada satu figur, karena itu dianggap tiket utama untuk bertahan. Kritik terhadap kebijakan sang figur pun nyaris tak terdengar.
Kompetisi yang tersisa hanyalah jadi penjaga gawang paling setia sebuah perlombaan untuk mengamankan posisi di panggung yang lebih besar nanti.
Artikel Terkait
Dokter Tifa Klaim Akun Kaskus Fufufafa 99,9% Milik Gibran, Buktikan dengan Analisis Black Brain
KPK Geledah Kantor Perusahaan Terkait Dugaan Suap Pajak Rp75 Miliar
Empat Pelajar SMP Ketapang Digerebak Saat Pesta Sabu Palsu
Video Sinkronisasi Tentara Turki yang Viral, Tembus 10 Juta Tayangan