Di sinilah konflik mulai berlapis. Siapa sangka, di kantor barunya ini dia bertemu kembali dengan Ma Yuan Shuai, sahabat masa kecilnya yang dulu selalu melindunginya. Luo Yunxi memerankan karakter ini dengan sempurna. Tapi jangan harap ada reunian yang hangat. Ma Yuan Shuai yang sekarang sudah berubah total dingin, tegas, dan justru menjadi rival terberatnya di MH.
Pertemanan masa kecil yang dulu akrab pun berubah jadi ajang adu strategi. Mereka saling sikut, saling menguji, berusaha menunjukkan siapa yang lebih unggul. Tekanan di kantor makin menjadi-jadi ketika ada pihak tak dikenal yang berusaha menjatuhkan Jiang Jun dari belakang.
Di tengah semua intrik dan tekanan itu, sesuatu yang lama tertanam perlahan mulai muncul lagi. Benih-benih perasaan yang dulu tersembunyi antara Jiang Jun dan Ma Yuan Shuai mulai tumbuh, meski harus menembus tembok kesalahpahaman dan konflik kepentingan. Hubungan mereka jadi tarik-ulur yang emosional; di satu sisi bersaing, di sisi lain tak bisa menyangkal ada ikatan yang lebih dalam.
Dengan kecerdasan dan ketajaman analisisnya, Jiang Jun berjuang menghadapi setiap rintangan. Perjalanannya ini bukan cuma soal menaklukkan dunia bisnis, tapi juga soal memahami ulang arti cinta dan kepercayaan. Dan seperti kebanyakan kisah yang bagus, perjuangannya akhirnya berbuah manis baik dalam karier maupun di kehidupan pribadi.
Artikel Terkait
Gudang Solar Ilegal di Muara Enim Ludes Terbakar, Warga Beruntung Tak Jadi Korban
Polisi Gagalkan Lab Vape Narkoba di Apartemen Mewah Pluit
Mobil Dinas Kemenhub Ngebut di Bahu Tol, Ditjen Perhubungan Laut Buka Pemeriksaan
Ketika Kesetiaan Dikhianati: Bertahan atau Menyelamatkan Diri?