Jakarta – Dua truk besar berwarna putih sudah siap di halaman Wisma Ikadi, Bambu Apus. Di dalamnya, bertumpuk bantuan untuk saudara-saudara di Sumatra yang terdampak bencana. Jumat sore, 9 Januari 2026, Laznas Ikadi bersama LAZIS Jawa Tengah resmi melepas ekspedisi kemanusiaan ini.
Acara pelepasan berlangsung khidmat. Udara sore yang mulai redup seakan menyaksikan komitmen para pengurus dan relawan yang berkumpul. Kerja sama ini bukan yang pertama, tapi punya arti khusus karena pengiriman langsung via darat.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PP Ikadi KH Ahmad Kusyairi Suhail menyampaikan, aksi ini lebih dari sekadar kegiatan sosial. Ini adalah panggilan hati.
“Apa yang kita lakukan ini adalah an-nida’ al-imani, panggilan keimanan. Allah mengingatkan kita bahwa kita semuanya bersaudara,” ungkap Kiai Ahmad Kusyairi.
Dia menegaskan, melihat penderitaan korban di Sumatra tak boleh hanya berhenti pada rasa iba. Harus ada langkah nyata.
“Ketika ada saudara kita yang merasakan sakit, kita semua ikut merasakannya. Kita tidak diam, tetapi terpanggil untuk mengurangi rasa sakit dan membersamai kesedihan mereka,” katanya.
Kiai Kusyairi, yang juga Ketua Pengurus Harian YAPIDH Bekasi, lantas mengutip sebuah hadis. Menurutnya, menolong sesama adalah investasi akhirat.
“Barangsiapa yang mengangkat kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan mengangkat kesusahannya di hari kiamat. Berapa pun yang kita berikan, tenaga, pikiran, maupun harta, mudah-mudahan menjadi wasilah pertolongan Allah,” ujarnya.
Bagi dia, kegiatan semacam ini adalah jiwa dari organisasinya. “Ini bagian yang tak terpisahkan dari visi Ikadi sebagai ormas Islam perekat umat dan bangsa. Musibah ini harus mendekatkan dan merekatkan kita semua,” tegasnya.
Di sisi lain, Direktur Utama Laznas Ikadi, Eddy Susianto, memberikan penjelasan lebih rinci. Dua truk yang diberangkatkan ini adalah armada pertama yang dikirim lewat jalur darat.
“Kalau truknya memang yang pertama, tetapi sebelumnya kami sudah menyalurkan bantuan dalam bentuk dana dan menjangkau 23 titik daerah bencana,” ujar Eddy.
Nilai bantuan di kedua truk itu tidak kecil, mencapai sekitar Rp250 juta. Isinya beragam, mulai sembako, pakaian layak pakai, popok bayi, sampai perlengkapan salat dan tidur.
“Insyaallah dalam waktu sekitar lima hari akan tiba di Aceh Tamiang, kemudian didistribusikan ke Medan, Tapanuli Tengah, dan wilayah Sumatra lainnya,” tambahnya penuh harap. Dia berharap kiriman ini bisa sedikit meringankan beban korban.
Kolaborasi ini ternyata bukan hal baru bagi mitranya. Perwakilan LAZIS Jateng, Bagas Laksono, mengungkapkan bahwa ini adalah truk bantuan keempat yang mereka kirim ke wilayah Sumatra dan Aceh.
“Alhamdulillah, ini merupakan truk keempat kami. Dua truk sebelumnya dikirim secara mandiri, satu bersama Kementerian Agama dan FOZ Jawa Tengah, dan kali ini bersama Laznas Ikadi,” jelas Bagas.
Kehadiran Ketua Komisi Ukhuwah MUI, Khairan Muhammad Arif, dalam acara itu memberi warna tersendiri. Dia menyaksikan langsung pelepasan dan tak segan memberikan apresiasi.
“Kondisi saudara-saudara kita di Aceh Tamiang masih sangat memprihatinkan. Bantuan berupa pakaian, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya sangat dibutuhkan. Kami berharap ormas lain dapat mengikuti langkah Ikadi,” kata Arif.
Dengan pelepasan itu, perjalanan panjang dua truk kemanusiaan pun dimulai. Membawa lebih dari sekadar barang, tapi juga harapan dan bukti bahwa rasa peduli itu masih nyata.
Artikel Terkait
MUI: Penggunaan APBN untuk Hewan Kurban Presiden Tidak Melanggar Syariat Islam
Remaja 19 Tahun Tega Bunuh dan Cabuli Bocah SD di Makassar, Polisi Tangkap Pelaku Saat Buat Keributan
Sapi Limosin 1,2 Ton Bantuan Presiden untuk Iduladha di Karawang Sempat Stres Nyaris Serang Petugas
Polisi Maros Bekuk 10 Anggota Geng Motor yang Serang Warga dengan Panah dan Senjata Tajam