MURIANETWORK.COM – Laporan hukum terhadap komika Pandji Pragiwaksono yang digaungkan oleh kelompok bernama Aliansi Muda Muhammadiyah akhirnya mendapat respons. Kali ini dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Dengan tegas, Dzulfikar menyatakan bahwa organisasinya sama sekali tidak terlibat. Bukan bagian dari pihak yang melapor, katanya. Menurutnya, wajar saja jika orang-orang yang punya latar belakang sebagai alumni Muhammadiyah berkumpul. Tapi, hal semacam itu tak bisa serta-merta mewakili ortom atau organisasi otonom resmi di bawah naungan Muhammadiyah.
"Kalau mengatasnamakan siapa saja orang kalau alumni Muhammadiyah, ya bisa saja," ujar Dzulfikar saat dikonfirmasi iNews, Jumat (9/1/2026).
"Tapi kalau ortom, enggak, enggak. Kita tidak tahu, kita bukan bagian dari yang melapor itu," sambungnya.
Dia lalu menerangkan soal perbedaan mendasar. Di satu sisi ada organisasi resmi seperti Pemuda Muhammadiyah. Di sisi lain, ada kelompok atau aliansi yang sifatnya non-lembaga. Nah, ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ itu masuk kategori yang kedua. Bukan struktur resmi, bukan lembaga yang diakui.
Karena itu, pihaknya sebenarnya tidak keberatan dengan pelaporan yang dilakukan kelompok tersebut. Dzulfikar punya batasannya sendiri.
"Kecuali dia mengatasnamakan Pemuda Muhammadiyah, pasti saya bisa berkeberatan," tuturnya.
"Yang penting dia tidak mengatasnamakan organisasi resmi Muhammadiyah, monggo-monggo saja kalau saya,"
Lantas, bagaimana dengan konten Pandji yang memantik persoalan ini? Menurut Dzulfikar, Pemuda Muhammadiyah sendiri sampai saat ini belum menentukan sikap resmi. Mereka tampaknya tak terburu-buru.
Selain itu, dia mengungkapkan belum ada desakan yang berarti dari kader di tingkat bawah. Aspirasi untuk menanggapi isu ini secara kolektif sebagai organisasi, sejauh ini, belum terdengar.
"Sejauh ini belum ada desakan juga dari kader bawah untuk bersikap," kata dia.
Artikel Terkait
Remaja 19 Tahun Tega Bunuh dan Cabuli Bocah SD di Makassar, Polisi Tangkap Pelaku Saat Buat Keributan
Sapi Limosin 1,2 Ton Bantuan Presiden untuk Iduladha di Karawang Sempat Stres Nyaris Serang Petugas
Polisi Maros Bekuk 10 Anggota Geng Motor yang Serang Warga dengan Panah dan Senjata Tajam
Istri Yaqut Qoumas Jenguk Suami di KPK saat Idul Adha, Bawakan Tempe Goreng