Titiek pun berharap capaian ini bukan akhir dari cerita. Ia ingin kondisi swasembada ini tak hanya bertahan, tapi juga ditingkatkan. Targetnya, tahun 2026 nanti Indonesia sudah bisa mulai mengekspor jagung. “Saya harap ini bisa dipertahankan, ditingkatkan lagi,” katanya penuh harap.
Di sisi lain, ia juga memberi apresiasi khusus atas tempo pencapaiannya. Target swasembada yang awalnya diproyeksikan butuh waktu empat tahun, ternyata bisa direalisasikan hanya dalam waktu sekitar satu tahun lebih sedikit. Percepatan yang cukup mencengangkan.
“Saya apresiasi karena target yang tadinya 4 tahun bisa dicapai dalam 1 tahun lebih dikit,” ucap Titiek.
Menutup pernyataannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi. Kunci keberhasilan ini, baginya, ada pada gotong royong lintas sektor. Dengan semangat yang sama, ia yakin Indonesia bisa lepas dari ketergantungan impor untuk komoditas pangan lainnya.
“Mudah-mudahan ke depan kolaborasi ini kita teruskan. Kita gotong royong rame-rame agar tidak ada lagi impor dan kita bisa swasembada,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Akreditasi Tinggi, Layanan Sepi: Ilusi Mutu Perpustakaan yang Tersandera Angka
Swasembada Pangan: Dari Target Ambisius Menjadi Kenyataan yang Terukur
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai