Kekacauan di Bandara dan Jalan Raya
Kekacauan di Schiphol benar-benar luar biasa. Menurut pihak bandara kepada AFP, salju tebal dan angin kencang yang sudah berlangsung hampir seminggu jadi biang keroknya. Mereka terpaksa menyiapkan ratusan tempat tidur darurat, plus menyediakan makanan dan sarapan bagi para penumpang yang telantar.
"Ini adalah situasi yang luar biasa,"
kata juru bicara Schiphol, Stephan Donker. Gangguan ini, menurutnya, sangat memukul salah satu hub penerbangan tersibuk di Eropa.
Maskapai nasional Belanda, KLM, pun kelabakan. Mereka bahkan harus mendatangkan pasokan baru 100 ribu liter cairan anti-es untuk berperang melawan salju. Sejak Jumat (2/1) lalu, KLM disebut-sebut menghabiskan sekitar 85 ribu liter cairan itu setiap harinya hanya untuk membersihkan badan pesawat dari tumpukan es dan salju.
Masalahnya nggak cuma di udara. Transportasi darat juga kacau balau. Laporan AP News menyebutkan, operator kereta api Nederlandse Spoorwegen (NS) meminta warga menunda perjalanan. Sementara itu, kemacetan di jalan raya membengkak sampai lebih dari 700 kilometer! Penyebabnya beragam, mulai dari truk yang tergelincir sampai tumpukan salju tebal yang menutupi aspal.
Artikel Terkait
Swasembada Pangan: Dari Target Ambisius Menjadi Kenyataan yang Terukur
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai
Dentuman Kembali di Aleppo, 22 Nyawa Melayang dalam Bentrokan