Heboh lagi. Beberapa hari belakangan, media sosial kembali riuh dengan pencarian "link video bocil Block Blast viral". Rasa penasaran kolektif itu, seperti biasa, menyebar lebih cepat dari kabar burung melalui TikTok, X, hingga grup-grup chat yang jumlahnya tak terhitung. Narasinya simpel: ada video 'asli' yang belum banyak dilihat. Tapi, benarkah?
Yang terjadi justru sebaliknya. Dari sekian banyak unggahan yang beredar, hampir semuanya cuma rekaman biasa. Anak-anak main game Block Blast di ponsel, video editan, atau cuplikan lama yang dibungkus dengan judul provokatif. Intinya, tidak ada yang spesial.
Menurut penelusuran Asatunews pada Rabu (7/1/2026), tidak satu pun materi yang bisa diklaim sebagai rekaman asli sesuai yang dihebohkan. Tidak ada konfirmasi dari pihak berwenang, tidak ada pernyataan resmi dari platform mana pun. Nihil.
Ini pola lama, sebenarnya. Sebuah narasi diulang-ulang sampai akhirnya dianggap fakta, meski dasarnya cuma angin. Sosok "bocil" yang dimaksud pun tak pernah jelas juntrungnya. Siapa dia? Di mana? Tidak ada yang tahu. Yang ada cuma teka-teki tanpa jawaban.
Nah, di balik rasa penasaran itu, bahayanya justru nyata. Banyak tautan yang dibagikan malah menjerumuskan. Alih-alih mendapatkan video, pengguna justru diarahkan ke situs aneh, iklan berlapis, atau diminta login dengan akun media sosial. Modusnya klasik: phishing.
Tujuannya jelas, mencuri data. Email, kata sandi, akses ke akun-akun digital Anda. Lebih gawat lagi, beberapa link meminta pengunduhan aplikasi di luar toko resmi. Ini pintu masuk bagi malware atau software berbahaya yang bisa menyusup diam-diam ke perangkat.
Artikel Terkait
Kemensos Siapkan Pendamping Bersertifikat untuk Program Makanan Lansia dan Disabilitas
Rudal Rusia Hantam Lviv, Ancaman Hipersonik Mengintai Perbatasan NATO
Penangkapan Maduro: Saat Hukum AS Menjadi Senjata Perang Baru
Duel Sengit di Coliseum: Getafe vs Real Sociedad Berebut Angin Segar