Dari rangkaian kejadian ini, warga mulai mencium sesuatu yang tak beres. Ada dugaan motif cari untung di balik janji manisnya.
Memang, sejak awal H terlihat sangat detail. Dia sudah menghitung segala kebutuhan pekerjaan, seolah proyek ini benar-benar akan berjalan. Namun begitu masjid roboh, pria itu raib bak ditelan bumi. Telepon tidak diangkat, pesan WhatsApp dibiarkan menggantung.
Warga pun mengambil sikap. Daripada berlarut-larut mengejar bayangan, mereka memutuskan untuk mengikhlaskan dan bangkit sendiri.
Soal pelaporan? Warga sepakat tidak akan membawa H ke polisi. Tapi mereka menegaskan, jika pihak yang namanya dicatut mau mengambil langkah hukum, itu sepenuhnya hak mereka.
Kini, di atas lahan yang kosong, semangat gotong royong warga justru menyala. Mereka pelan-pelan mengumpulkan dana swadaya dan bantuan yang mengalir setelah kabar ini tersiar. Kisahnya mungkin tentang tipu daya, tapi lebih dari itu, ini tentang keteguhan hati untuk bangun kembali dari nol.
Artikel Terkait
Rekan Seangkatan di Polresta Deli Serdang Diamankan Usai Curi Motor Sesama Personel
Traktor Serbu Paris: Petani Prancis Bentrok dengan Kebijakan Perdagangan dan Wabah
Pertemuan Tertutup Jokowi dan Eggi Sudjana Berakhir dengan Pelukan
Gus Yaqut Ditahan KPK, Kuota Haji Jadi Titik Balik Karier