Lantas, kenapa rencana pelaku SMAN 72 sulit terbaca? Myandra menyoroti karakter personal pelaku yang sangat tertutup.
“Kita dikejutkan insiden 7 November 2025 itu karena karakter ABH-nya benar-benar introvert,” jelasnya.
“Dia sangat tidak bersosialisasi. Tidak berinteraksi dengan siapa pun soal rencananya. Alhasil, teman sekelas maupun pihak sekolah sama sekali tidak menduga. Tidak ada kesempatan untuk antisipasi,” tandas Myandra.
Jadi, ini bukan sekadar soal terorisme konvensional. Polanya berubah. Mereka bergerak dalam kesunyian, terinspirasi dari layar ponsel, dan mengeksekusi aksi dengan presisi menyeramkan yang ditiru dari dunia maya. Sebuah tantangan baru yang rumit untuk dihadapi.
Artikel Terkait
Saldo Rp 500 Ribu: Ironi Kas Daerah di Balik Gaya Gubernur Jabar
KPK Tunggu Audit BPK untuk Tentukan Kerugian Negara dari Kasus Kuota Haji
Warkop di Bundaran HI Ditegur, Meja Kursi di Trotoar Harus Minggir
Pertemuan Solo: Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Bertamu, Koalisi Penggugat Retak