Kapal The Angkal 6 Terbakar, 97 Orang Dievakuasi di Tengah Laut Bali

- Rabu, 07 Januari 2026 | 12:24 WIB
Kapal The Angkal 6 Terbakar, 97 Orang Dievakuasi di Tengah Laut Bali

Asap tebal dan lidah api tiba-tiba muncul dari bagian belakang kapal The Angkal 6 di perairan Laut Bali, Selasa (6/1) sore. Kejadian ini membuat panik puluhan penumpang yang sedang dalam perjalanan menuju Nusa Penida. Sampai saat ini, penyebab pastinya masih diselidiki.

Api yang menjalar dari mesin itu sempat membakar sebagian badan kapal. Situasi mendesak ini memaksa seluruh penumpang untuk segera dievakuasi. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, memberikan penjelasan mengenai awal mula kebakaran.

“Penyebab mesin terbakar masih didalami oleh teknisi. Yang pasti, api diketahui berasal dari mesin boat, memicu percikan api, dan membakar sebagian badan kapal,” katanya, Rabu (7/1).

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, kapal itu baru saja bertolak dari Pelabuhan The Angkal di Desa Kampung Kusamba. Tujuannya adalah Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida. Perjalanan yang seharusnya lancar itu ternyata berubah jadi mimpi buruk.

Bayangkan saja, baru sekitar 15 menit kapal berlayar, sekitar pukul empat sore, tiba-tiba mesinnya menyala. Suasana langsung berubah kacau.

Awak kapal pun langsung bertindak cepat. Mereka menghubungi rekan-rekannya di Nusa Penida untuk minta bantuan. Tidak butuh waktu lama, manajemen perusahaan mengerahkan kapal lain, The Angkal 7, untuk melakukan penyelamatan.

Proses evakuasi berjalan alot tapi tertib. Butuh waktu kurang lebih satu jam sampai akhirnya semua penumpang, yang berjumlah 88 orang ditambah 9 awak kapal, berhasil dipindahkan dengan selamat. Semuanya selesai sekitar pukul lima sore.

“Boat The Angkal 6 sudah ditarik dan merapat dengan aman di Pelabuhan The Angkal, Desa Kampung Kusamba,” pungkas Purnawibawa, menutup perbincangan.

Kini, kapal yang malang itu sudah diam di dermaga. Sementara para penumpang, pastinya, masih trauma dengan kejadian tak terduga di tengah laut itu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar