Suasana di perbatasan Cucuta terasa berbeda sejak awal pekan ini. Di sana, pasukan Kolombia tampak berjaga ketat. Ini terjadi menyusul ancaman yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada hari Minggu lalu. Trump secara terbuka mengancam akan mengambil langkah militer terhadap Kolombia, mirip dengan yang pernah dilakukan AS ke Venezuela.
Ancaman itu, tentu saja, langsung mengguncang ibukota Bogota. Reaksi pemerintah pun tak lama datang.
Menteri Luar Negeri Kolombia dengan tegas menyatakan bahwa angkatan bersenjata negaranya siap siaga. Tugas mereka jelas: mempertahankan setiap jengkal wilayah dan kedaulatan nasional dari segala kemungkinan, termasuk invasi yang disebutnya "hipotetis" dari Amerika Serikat.
Jadi, situasinya sekarang cukup tegang. Ancaman dari Gedung Putiah itu bukan omong kosong belaka, dan Kolombia jelas tidak mau tinggal diam. Mereka bersikukuh siap menghadapi apa pun, meski harapannya konflik hanya akan tetap berada di tingkat diplomasi.
Artikel Terkait
Kematian Bos Kartel El Mencho Picu Gelombang Kekerasan di Meksiko
LPDP Perketat Pengawasan, 600 Penerima Beasiswa Diselidiki atas Dugaan Pelanggaran
Jadwal Imsak dan Anjuran Sahur di Banjarmasin pada 24 Februari 2026
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan